kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Perusahaan Petrokimia Korsel YNCC Nyatakan Force Majeure, Imbas Blokade Selat Hormuz


Kamis, 05 Maret 2026 / 09:25 WIB
Perusahaan Petrokimia Korsel YNCC Nyatakan Force Majeure, Imbas Blokade Selat Hormuz
ILUSTRASI. Selat Hormuz (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Perusahaan petrokimia Korea Selatan, Yeochun NCC (YNCC), memangkas produksi dan menyatakan force majeure terhadap pasokan produknya karena tidak dapat menerima bahan baku nafta akibat blokade Selat Hormuz.

Informasi tersebut disampaikan oleh sumber yang mengetahui situasi tersebut serta melalui surat perusahaan yang ditinjau Reuters Kamis (5/3/2026).

Baca Juga: China Bangun “Masyarakat Ramah Kelahiran”, Perkuat Sistem Jaminan Sosial

Dalam suratnya, YNCC menyatakan bahwa blokade Selat Hormuz menyebabkan keterlambatan signifikan pengiriman nafta, bahan baku utama perusahaan, yang seharusnya tiba pada Maret.

“Blokade Selat Hormuz telah menyebabkan keterlambatan signifikan dalam kedatangan nafta, bahan baku utama kami, yang dijadwalkan dikirim pada Maret,” tulis YNCC.

Perusahaan juga menyatakan akan mengoperasikan seluruh fasilitas produksinya pada kapasitas minimum mulai 4 Maret.

YNCC menolak memberikan komentar ketika dihubungi Reuters.

Baca Juga: Harga Minyak Naik 2% Kamis (5/3), Meluasnya Konflik Iran dan Penutupan Selat Hormuz

Sebelumnya, produsen petrokimia Indonesia Chandra Asri juga menyatakan force majeure akibat gangguan pasokan bahan baku dari Timur Tengah.

Produsen petrokimia di Asia kawasan produsen terbesar dunia kini bersiap menghentikan sebagian operasi dan menurunkan tingkat utilisasi pabrik seiring terganggunya rantai pasok energi dari Timur Tengah akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×