kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.899   17,00   0,10%
  • IDX 9.047   14,25   0,16%
  • KOMPAS100 1.252   3,95   0,32%
  • LQ45 887   5,04   0,57%
  • ISSI 329   -0,65   -0,20%
  • IDX30 452   2,81   0,63%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 139   0,42   0,30%
  • IDXV30 147   0,53   0,36%
  • IDXQ30 145   1,13   0,79%

Goldman Sachs Geser Proyeksi Pemangkasan Suku Bunga, Pasar Diminta Bersabar


Kamis, 15 Januari 2026 / 10:48 WIB
Goldman Sachs Geser Proyeksi Pemangkasan Suku Bunga, Pasar Diminta Bersabar
ILUSTRASI. Jerome Powell (KONTAN/The Fed). Goldman Sachs melihat sinyal ekonomi kuat meski bunga tinggi. Simak alasan mengapa penundaan ini justru jadi kabar baik buat resesi.


Sumber: The Street | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  Goldman Sachs merevisi proyeksi pemangkasan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) dengan menggeser waktunya beberapa bulan lebih lambat dari perkiraan sebelumnya. 

Perubahan ini menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar keuangan global yang selama ini berharap penurunan suku bunga terjadi lebih cepat.

Bagi dunia usaha dan pasar modal, pergeseran waktu tersebut berdampak langsung pada strategi pembiayaan dan valuasi aset. 

Suku bunga yang lebih tinggi dalam waktu lebih lama berarti biaya pinjaman belum akan turun dalam waktu dekat, sehingga korporasi perlu lebih selektif dalam ekspansi, pengelolaan utang, dan belanja modal.

Baca Juga: Prediksi 2035 Goldman Sachs: Saham AS Tak Lagi Jawara, Pasar Asia Diproyeksi Melejit

Di sisi lain, ekspektasi suku bunga rendah biasanya mendorong valuasi saham dan meningkatkan minat terhadap aset berisiko (risk-on), sehingga penundaan ini berpotensi menahan euforia pasar.

Namun, Goldman Sachs menilai penundaan pemangkasan suku bunga justru mencerminkan keyakinan yang lebih kuat terhadap fundamental ekonomi. Inflasi dinilai semakin jinak, pertumbuhan ekonomi tetap solid, dan risiko resesi terus menurun. 

Kondisi tersebut memberi ruang bagi bank sentral untuk tidak terburu-buru melonggarkan kebijakan moneter.

Dalam perspektif bisnis, normalisasi ekonomi ini menunjukkan bahwa permintaan domestik dan aktivitas korporasi masih cukup kuat tanpa harus ditopang stimulus moneter agresif. 

Perusahaan yang memiliki neraca keuangan sehat dan arus kas kuat diperkirakan akan lebih mampu bertahan dan bahkan mengambil peluang di tengah periode suku bunga yang relatif tinggi.

Baca Juga: Goldman Sachs Raup Untung Besar! Laba Kuartal III Tembus US$4,1 Miliar

Sejalan dengan pandangan Goldman Sachs, pola kebijakan Federal Reserve dalam fase ekonomi serupa di masa lalu menunjukkan kecenderungan bersikap lebih sabar. 

The Fed biasanya menunggu data ekonomi yang lebih meyakinkan sebelum mengubah arah kebijakan, terutama ketika tekanan inflasi sudah mereda dan pertumbuhan masih terjaga.

Sikap tersebut juga tercermin dalam komunikasi terbaru bank sentral AS. Ketua The Fed Jerome Powell, dalam konferensi pers pada 10 Desember lalu, menegaskan bahwa kondisi ekonomi saat ini tidak menunjukkan tanda-tanda ekonomi yang terlalu panas yang berpotensi memicu lonjakan inflasi.

“Ini tidak terasa seperti ekonomi yang terlalu panas yang ingin memicu inflasi ala kurva Phillips,” ujar Powell. Ia menambahkan bahwa keputusan kebijakan yang diambil merupakan hasil penilaian menyeluruh, meski tidak diambil secara bulat.

Baca Juga: Bank Besar Ubah Proyeksi Suku Bunga The Fed, JP Morgan Prediksi Kenaikan pada 2027

Dengan revisi proyeksi ini, Goldman Sachs mengingatkan pasar bahwa arah suku bunga tidak hanya ditentukan oleh harapan, tetapi oleh kekuatan data ekonomi. 

Bagi pelaku usaha dan investor, pesan utamanya jelas: strategi bisnis dan investasi perlu disesuaikan dengan realitas suku bunga yang kemungkinan bertahan lebih tinggi sedikit lebih lama.

Selanjutnya: GDPS Perkuat Bisnis BPO dengan Fokus pada SDM sebagai Daya Saing

Menarik Dibaca: Hari Terakhir Promo Hemat HokBen KA99ET Bank Saqu & 15 Tahun Chatime Diskon Spesial




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×