kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.919   17,00   0,10%
  • IDX 7.577   -362,70   -4,57%
  • KOMPAS100 1.058   -52,77   -4,75%
  • LQ45 772   -33,15   -4,11%
  • ISSI 268   -15,46   -5,46%
  • IDX30 410   -16,83   -3,94%
  • IDXHIDIV20 502   -16,39   -3,16%
  • IDX80 119   -5,62   -4,51%
  • IDXV30 136   -4,86   -3,45%
  • IDXQ30 132   -4,99   -3,63%

Goldman Sachs Naikkan Proyeksi Harga Minyak Brent dan WTI Kuartal II-2026


Rabu, 04 Maret 2026 / 17:43 WIB
Goldman Sachs Naikkan Proyeksi Harga Minyak Brent dan WTI Kuartal II-2026


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga keuangan global, Goldman Sachs, resmi menaikkan proyeksi rata-rata harga minyak mentah untuk kuartal II-2026. Revisi ini didorong oleh asumsi terganggunya arus pasokan minyak melalui Selat Hormuz, yang berpotensi menekan persediaan minyak negara-negara OECD dan produksi minyak Timur Tengah.

Dalam catatan riset terbarunya, Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga minyak Brent sebesar US$10 menjadi US$76 per barel untuk kuartal II-2026. Sementara itu, proyeksi harga minyak West Texas Intermediate (WTI) direvisi naik US$9 menjadi US$71 per barel pada periode yang sama.

Selat Hormuz Jadi Faktor Kunci

Goldman Sachs menilai bahwa rendahnya aliran minyak melalui Selat Hormuz akan menyebabkan penurunan signifikan pada stok minyak negara-negara anggota OECD serta produksi minyak di Timur Tengah pada Maret mendatang.

Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan dikenal sebagai salah satu chokepoint energi paling vital di dunia. Sekitar 20% pasokan minyak global serta pengiriman gas alam cair (LNG) dunia melintasi jalur ini. Gangguan di wilayah tersebut dapat langsung memicu lonjakan harga energi global.

Baca Juga: Asia Rentan Jika Selat Hormuz Ditutup, Ketergantungan Minyak Timur Tengah Capai 60%

Risiko Harga Minyak Masih Cenderung Naik

Goldman Sachs menegaskan bahwa proyeksi harga minyak saat ini masih sangat condong ke arah kenaikan (upside risk). Sejumlah risiko yang berpotensi mendorong harga lebih tinggi antara lain:

  • Gangguan ekspor melalui Selat Hormuz yang berlangsung lebih lama dari perkiraan.

  • Potensi kerusakan fasilitas produksi minyak di kawasan Timur Tengah.

Dalam skenario yang lebih ekstrem, bank investasi tersebut memperkirakan harga minyak Brent bisa melonjak hingga US$100 per barel apabila volume pengiriman melalui Selat Hormuz tetap stagnan selama lima pekan tambahan.

“Jika volume Hormuz tetap datar selama lima minggu tambahan, harga Brent kemungkinan akan mencapai US$100, level yang biasanya dikaitkan dengan penurunan permintaan yang lebih besar guna mencegah persediaan jatuh ke tingkat yang sangat rendah,” tulis Goldman dalam laporannya.

Pergerakan Harga Terkini

Harga minyak Brent tercatat berada di kisaran US$82,57 per barel pada pukul 04.08 GMT, setelah sebelumnya ditutup pada level tertinggi sejak Januari 2025. Sementara itu, minyak mentah jenis WTI naik ke US$75,28 per barel, setelah mencatatkan penutupan tertinggi sejak Juni.

Dalam dua sesi perdagangan terakhir, kedua acuan harga minyak tersebut telah melonjak sekitar 5% atau lebih.

Baca Juga: Restart Reaktor Nuklir Jepang Dongkrak Penjualan Mitsubishi Heavy Industries

Risiko Penurunan Harga

Meski demikian, Goldman Sachs juga melihat adanya potensi risiko penurunan harga (downside risk). Hal ini dapat terjadi apabila arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz kembali normal lebih cepat dari perkiraan.

Selain revisi untuk kuartal II-2026, Goldman turut memperbarui proyeksi harga untuk periode selanjutnya:

  • Kuartal IV-2026: Brent di US$66 per barel dan WTI di US$62 per barel.

  • Tahun 2027: Brent di US$70 per barel dan WTI di US$66 per barel.

Revisi proyeksi ini menegaskan bahwa dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait keamanan jalur energi global, akan tetap menjadi faktor dominan dalam menentukan arah harga minyak dunia dalam beberapa tahun ke depan.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×