kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.068.000   40.000   1,32%
  • USD/IDR 16.840   20,00   0,12%
  • IDX 8.281   -115,25   -1,37%
  • KOMPAS100 1.164   -19,17   -1,62%
  • LQ45 838   -10,13   -1,20%
  • ISSI 294   -5,33   -1,78%
  • IDX30 442   -3,23   -0,73%
  • IDXHIDIV20 529   -1,28   -0,24%
  • IDX80 130   -2,01   -1,52%
  • IDXV30 143   -1,99   -1,38%
  • IDXQ30 142   -0,37   -0,26%

Harga Minyak Mendekati Level Tertinggi 7 Bulan, Kekhawatiran Iran-AS Meningkat


Selasa, 24 Februari 2026 / 19:45 WIB
Harga Minyak Mendekati Level Tertinggi 7 Bulan, Kekhawatiran Iran-AS Meningkat
ILUSTRASI. Harga minyak Brent stabil di US$71,49 dan WTI naik ke US$66,42. Eskalasi militer Iran-AS memicu kenaikan (REUTERS/Orhan Qereman)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga minyak dunia bergerak stabil mendekati level tertinggi tujuh bulan pada Selasa (24/2/2026), seiring para pedagang menilai risiko pasokan akibat potensi eskalasi militer menjelang putaran baru pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran.

Futures minyak Brent tercatat tidak berubah di level US$71,49 per barel pada pukul 10:37 GMT, sementara futures minyak mentah AS (WTI) naik 11 sen, atau 0,2%, menjadi US$66,42 per barel. Brent saat ini berada pada level tertinggi sejak akhir Juli, sedangkan WTI berada pada harga terkuat sejak awal Agustus.

Putaran ketiga pembicaraan nuklir antara Iran dan AS dijadwalkan berlangsung pada Kamis di Jenewa, menurut Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi. Pemerintah AS menuntut Iran menghentikan program nuklirnya, namun Iran tetap menolak dan menegaskan tidak berupaya mengembangkan senjata atom.

Baca Juga: Goldman Sachs Naikkan Proyeksi Harga Brent ke US$60 & WTI ke US$56 Kuartal IV-2026

Selain itu, Departemen Luar Negeri AS telah memindahkan personel pemerintah yang tidak esensial beserta keluarga mereka dari Kedutaan AS di Beirut, menyusul meningkatnya kekhawatiran risiko konflik militer dengan Iran.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan melalui media sosial bahwa akan menjadi “hari yang sangat buruk” bagi Iran jika kesepakatan tidak tercapai.

Para analis SEB menyoroti bahwa risiko saat ini bukan perang sebagai skenario utama, tetapi eskalasi yang sulit dikendalikan setelah posisi dan ekspektasi meningkat. Kondisi ini menjadi faktor yang mendorong premi geopolitik pada harga minyak.

Baca Juga: Harga Minyak Brent Menguat, Catat Kenaikan Mingguan di Tengah Ketegangan Iran-AS

Di sisi kebijakan perdagangan, Trump juga memperingatkan negara-negara agar tidak mundur dari kesepakatan perdagangan baru dengan AS, setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif daruratnya.

Trump menegaskan akan memberlakukan tarif lebih tinggi di bawah hukum perdagangan lain, termasuk menaikkan tarif sementara impor AS dari semua negara dari 10% menjadi 15%, sesuai batas maksimum hukum.

Selanjutnya: Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi Ditutup Saat Hari Raya Idul Fitri 2026

Menarik Dibaca: Amankan Tiket Mudik dengan Fitur DownPayment dan Promo di Tiket.com yuk




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×