kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Data Treasury AS: Jepang dan China Kurangi Kepemilikan Surat Utang AS pada Maret


Selasa, 19 Mei 2026 / 04:46 WIB
Data Treasury AS: Jepang dan China Kurangi Kepemilikan Surat Utang AS pada Maret
ILUSTRASI. Kepemilikan obligasi pemerintah Amerika Serikat (U.S. Treasuries) oleh investor asing turun pada Maret, berdasarkan data Departemen Keuangan AS. (Reuters/Marcos Brindicci)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Kepemilikan obligasi pemerintah Amerika Serikat (U.S. Treasuries) oleh investor asing turun pada Maret, berdasarkan data Departemen Keuangan AS yang dirilis pada Senin (18/5/2026). Penurunan ini dipimpin oleh berkurangnya kepemilikan dari Jepang dan China.

Reuters melaporkan, total kepemilikan asing atas U.S. Treasuries turun 1,5% menjadi US$ 9,348 triliun, dari rekor tertinggi US$ 9,487 triliun yang tercatat pada Februari. Dibandingkan setahun sebelumnya, kepemilikan Treasuries oleh asing masih naik 3,3%.

Berikut rinciannya:

  • Kepemilikan Jepang turun menjadi US$ 1,192 triliun, turun hampir 4% dari posisi Februari sebesar US$ 1,239 triliun. Jepang tetap menjadi pemegang Treasuries terbesar di luar AS. Kepemilikan Jepang sempat mencapai puncak US$ 1,325 triliun pada November 2021.
  • Kepemilikan Treasuries China turun 6% menjadi US$ 652,3 miliar pada Maret, dari US$ 693,3 miliar pada bulan sebelumnya. Kepemilikan China pada Maret merupakan yang terendah sejak September 2008, ketika kepemilikannya turun ke US$ 618,2 miliar.
  • China masih menjadi pemilik Treasuries terbesar ketiga di luar AS, namun kepemilikannya telah turun lebih dari 14% sejak awal 2025.

Baca Juga: Trump Lantik Warsh Jadi Bos The Fed pada Jumat (22/5), Pasar Cemas Inflasi Naik

  • Inggris, pemegang Treasuries asing terbesar kedua, mencatat kenaikan kepemilikan sebesar 3,3% menjadi US$ 926,9 miliar pada Maret dari US$ 897,3 miliar pada Februari. Inggris secara luas dipandang sebagai pusat kustodian (custody hub) utama bagi investor global, sehingga arus dana ke Inggris sering dianggap sebagai indikator posisi hedge fund.
  • Berdasarkan transaksi, Maret mencatat arus masuk (inflow) Treasuries sebesar US$ 13,5 miliar, naik dari US$ 2,6 miliar pada Februari.
  • Obligasi korporasi AS mencatat inflow sebesar US$ 76,8 miliar pada Maret, naik dari US$ 53,9 miliar pada bulan sebelumnya.
  • Saham AS juga mencatat inflow sebesar US$ 10,5 miliar pada Maret, namun turun dari US$ 23,8 miliar pada Februari.
  • Secara keseluruhan, arus masuk modal bersih (net capital inflows) pada Maret tercatat US$ 150,7 miliar, dibandingkan US$ 182,7 miliar pada Februari.

Tonton: Trump Ancam Iran Cepat Damai Atau Hancur

Tabel: Perubahan Kepemilikan US Treasury oleh Investor Asing (Maret vs Februari)

Negara Kepemilikan Feb Kepemilikan Mar Perubahan
Jepang US$ 1,239 triliun US$ 1,192 triliun turun ~4%
China US$ 693,3 miliar US$ 652,3 miliar turun 6%
Inggris US$ 897,3 miliar US$ 926,9 miliar naik 3,3%
Total Asing US$ 9,487 triliun US$ 9,348 triliun turun 1,5%




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×