Sumber: Bloomberg | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - YERUSALEM/DUBAI. Harapan gencatan senjata antara Iran dan Israel kembali muncul. Hal ini diungkapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Trump mengatakan Israel dan Iran berupaya menyepakati gencatan senjata segera. “Kedua belah pihak, Israel dan Iran, berupaya untuk segera melakukan gencatan senjata! Negosiasi akhir tentang "perdamaian" sedang berlangsung,” tulis Trump di akun Truth Social miliknya, Senin (8/6/2026).
Trump menegaskan, hanya kebodohan dan ketidaktahuan yang berpotensi menghalangi proses negosiasi damai tersebut. Posting Trump tersebut dibuat pada pukul 17.34 WIB.
Baca Juga: Meski Rugi Membesar, VinFast Genjot Ekspansi EV ke Indonesia, Asia Tenggara & India
Pada saat Trump membuat postingan tersebut, yakni pagi hari di waktu AS, Iran dan Israel sedang menghentikan aksi saling serang selama beberapa jam. Kendati begitu, tidak terlihat juga indikasi keduanya siap segera menyepakati gencatan senjata.
Trump sebelumnya menuntut diakhirinya pertempuran setelah Iran menembakkan rentetan rudal balistik ke Israel pada Minggu (7/6) dan Senin (8/6). Iran kembali menyerang Israel setelah negara tersebut menyerang Beirut, ibukota Lebanon.
Israel menanggapi dengan serangan terhadap target militer di Iran barat dan tengah. Israel juga menyerang perusahaan petrokimia Karun Iran di Mahshahr pada Senin.
Baca Juga: Nvidia Masuk Pasar AI PC dengan RTX Spark, Mampukah Mengubah Masa Depan PC?
Menurut media Iran Fars, Teheran memperingatkan akan menargetkan semua fasilitas minyak dan gas yang terkait dengan Israel, AS, dan sekutu mereka di kawasan itu jika serangan terhadap infrastruktur energi Iran terus berlanjut.
Gelombang kekerasan terbaru tersebut meletus meskipun Trump memperingatkan pada Minggu (7/6) bahwa peningkatan eskalasi baru dapat menggagalkan upaya mengamankan gencatan senjata baru selama 60 hari antara Washington dan Teheran.
Bloomberg memberitakan, Pasukan Pertahanan Israel memperkirakan kampanye melawan Iran akan berlangsung beberapa hari. Israel juga sedang mempersiapkan mobilisasi besar-besaran tentara cadangan.
Baca Juga: Xi Jinping Temui Kim Jong Un, China-Korea Utara Perkuat Aliansi Strategis
Kantor berita Iran Tasnim melaporkan, mengutip sumber, Iran juga siap untuk perang jangka panjang dengan Israel, juga melakukan serangan terhadap kepentingan Amerika.
Kelompok Houthi yang didukung Iran mengatakan mereka meluncurkan rentetan rudal ke Israel dari Yaman. Melalui pernyataan di saluran Telegram resmi, Houthi menegaskan akan memberlakukan larangan total dan menyeluruh terhadap navigasi maritim bagi musuh Israel di Laut Merah.
Kelompok Houthi juga bersumpah meningkatkan serangan, tergantung bagaimana konflik tersebut berkembang. Kelompok ini beralasan peningkatan tekanan oleh AS dan Israel terhadap Iran dan Lebanon.
Baca Juga: Citi Kerek Target S&P 500 ke 8.100, Optimistis AI Dorong Laba Perusahaan
Associated Press melaporkan, Arab Saudi pada Senin (8/6) mengeluarkan peringatan rudal di daerah tempat Pangkalan Udara Pangeran Sultan berada, yang menampung pasukan AS.
Pertahanan Sipil Saudi mengatakan bahaya telah berlalu di provinsi Al-Kharj, setelah muncul peringatan publik sebelumnya. Iran membantah menargetkan pangkalan tersebut.
Pertempuran ini menimbulkan tantangan paling serius terhadap gencatan senjata yang mulai berjalan pada 8 April silam.
Baca Juga: Beruang Masuk Permukiman, 94 Sekolah di Jepang Ditutup
Konflik di Timur Tengah bergulir pada Februari setelah AS dan Israel mulai membombardir Iran. Konflik tersebut menewaskan ribuan orang di seluruh Timur Tengah, mengganggu aliran energi global, dan memicu kenaikan harga minyak yang memicu kekhawatiran akan lonjakan inflasi global.
Axios melaporkan, mengutip seorang pejabat senior AS dan sumber Israel, Trump menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui telepon, Minggu (7/6). Dalam panggilan tersebut, Trump meminta untuk tidak membalas serangan rudal Iran dan memberikan lebih banyak waktu untuk diplomasi.













