kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Iran Bantah Klaim Qatar dan Kuwait soal Personel Militer yang Ditahan


Minggu, 16 Agustus 2026 / 16:24 WIB
Iran Bantah Klaim Qatar dan Kuwait soal Personel Militer yang Ditahan
ILUSTRASI. Iran - Billboard anti Amerika (AS) di Teheran (via REUTERS/Majid Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Iran membantah informasi dari Qatar dan Kuwait terkait nasib sejumlah personel militernya yang disebut ditahan atau ditemukan tewas setelah memasuki wilayah kedua negara tersebut.

Seorang pejabat militer Iran pada Minggu (16/8/2026) meminta Qatar mengizinkan tim Iran masuk ke negara tersebut untuk menyelidiki nasib sejumlah pilot yang disebut Tehran ditangkap oleh pasukan Qatar.

Baca Juga: Rusia Serang Kyiv Semalam, Tiga Orang Terluka

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Qatar membantah menahan pilot Iran. Doha pada Sabtu (15/8) mengatakan tim pencarian dan penyelamatnya telah menemukan jasad seorang pilot setelah pesawat Iran melanggar wilayah udara Qatar pada Maret dan tidak merespons upaya komunikasi.

Qatar menyatakan telah menghubungi Iran untuk mengoordinasikan penyerahan jasad pilot tersebut.

Doha juga mengundang Iran untuk meninjau hasil operasi pencarian dan penyelamatan, tetapi mengaku tidak mendapat tanggapan dari Tehran.

Mohammad Baqerzadeh, Komandan Komite Pencarian Orang Hilang pada Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, mengatakan seorang ahli Angkatan Udara Iran bersama tim pencari fakta telah menunggu selama berbulan-bulan untuk masuk ke Qatar.

Mengutip kantor berita semi-resmi Tasnim, Baqerzadeh menuduh pejabat Qatar berulang kali menunda penyelidikan dan menghalangi upaya pemulangan para pilot ke Iran.

Ia juga meminta Komite Internasional Palang Merah (ICRC) segera menindaklanjuti kasus tersebut.

Baca Juga: Harga Minyak Acuan Melonjak Lebih dari 5% di Pekan Ini, Ini Sentimen yang Menopangnya

Iran Tuduh Kuwait Tahan Empat Warga

Baqerzadeh juga menuding Kuwait menahan informasi mengenai nasib empat warga Iran yang berada dalam tahanan negara tersebut.

Pada Mei lalu, Iran mengatakan keempat orang tersebut merupakan anggota atau terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Mereka disebut sedang melakukan patroli maritim sebelum memasuki wilayah perairan Kuwait akibat gangguan navigasi.

Namun, Kuwait menyatakan keempat orang tersebut dicurigai merencanakan tindakan bermusuhan terhadap negara tersebut.

Perselisihan mengenai keberadaan personel Iran ini menambah ketegangan antara Tehran dan sejumlah negara Teluk di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan.

Baca Juga: Jeff Bezos Incar Saham Liverpool, Simak Profil Pemilik The Reds Saat Ini




TERBARU

[X]
×