kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   -50.000   -1,73%
  • USD/IDR 16.995   46,00   0,27%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Bantah Klaim Donald Trump, Iran: Tidak Ada Pembicaraan dengan AS


Senin, 23 Maret 2026 / 19:49 WIB
Bantah Klaim Donald Trump, Iran: Tidak Ada Pembicaraan dengan AS
ILUSTRASI. Iran menepis klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut tengah melakukan pembicaraan dengan Iran. (Raheb Homavandi/File Photo/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - TEHERAN. Iran menepis klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut tengah melakukan pembicaraan dengan Iran.

Kantor berita Iran Fars Iran, mengutip sebuah sumber, melaporkan "tidak ada komunikasi langsung atau tidak langsung dengan Amerika Serikat, meskipun Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menyatakan tentang pembicaraan yang "produktif" dengan Teheran.

Fars menyebut, Trump mundur dari rencana menargetkan pembangkit listrik Iran setelah Iran memperingatkan akan menargetkan pembangkit listrik di seluruh Asia Barat sebagai tanggapan.

Baca Juga: Donald Trump Tunda Serangan ke Pembangkit Listrik Iran

Sebelumnya, Donald Trump mengatakan, AS telah melakukan percakapan yang baik dan produktif dengan Iran.

Trump pun akan memerintahkan militer AS untuk menunda serangan militer apa pun terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari.

Langkah Trump ini menyusul ancaman Iran untuk menyerang pembangkit listrik Israel dan pembangkit listrik yang memasok pangkalan AS di seluruh wilayah Teluk jika AS menargetkan jaringan listrik Iran.

Baca Juga: Ingatkan Siklus Setan, China Desak AS dan Israel Stop Aksi Militer di Timur Tengah

Percakapan dengan Iran akan berlanjut sepanjang minggu, kata Trump dalam sebuah unggahan di media sosial.

"Saya telah memerintahkan Departemen Perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari. Dengan syarat keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung," tulis trump.

Akhir pekan lalu, Trump menetapkan tenggat waktu 48 jam bagi Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi semua pelayaran. Jika tidak, Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran.

Serangan Iran secara efektif menutup jalur air utama yang membawa seperlima minyak dan gas alam cair global, menyebabkan krisis minyak terburuk sejak tahun 1970-an.

Baca Juga: Timur Tengah Makin Mencemaskan, Pasar Saham Global Tertekan




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×