Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Ketegangan di Timur Tengah untuk sementara sedikit mengendur. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, AS telah melakukan percakapan yang baik dan produktif dengan Iran.
Trump pun akan memerintahkan militer AS untuk menunda serangan militer apa pun terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari.
Langkah Trump ini menyusul ancaman Iran untuk menyerang pembangkit listrik Israel dan pembangkit listrik yang memasok pangkalan AS di seluruh wilayah Teluk jika AS menargetkan jaringan listrik Iran.
Baca Juga: Ingatkan Siklus Setan, China Desak AS dan Israel Stop Aksi Militer di Timur Tengah
Percakapan dengan Iran akan berlanjut sepanjang minggu, kata Trump dalam sebuah unggahan di media sosial.
"Saya telah memerintahkan Departemen Perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari. Dengan syarat keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung," tulis trump.
Sebelumnya, Trump menetapkan tenggat waktu 48 jam bagi Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi semua pelayaran. Jika tidak, Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran.
Serangan Iran secara efektif menutup jalur air utama yang membawa seperlima minyak dan gas alam cair global, menyebabkan krisis minyak terburuk sejak tahun 1970-an.
Baca Juga: Timur Tengah Makin Mencemaskan, Pasar Saham Global Tertekan













