Sumber: White House | Editor: Syamsul Azhar
KONTAN.CO.ID - JAKARTA- Presiden Amerika Serikat mengumumkan bahwa militer Amerika Serikat (AS ) telah memulai operasi militer besar ke wilayah Iran. Dalam pernyataannya, Trump berdaliih, tujuan operasi militer tersebut untuk melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman yang dianggap mendesak dari rezim Republik Islam Iran.
Pada pidato yang diunggah di kanal Youtube resmi kepresidenan AS, White House, Trump mengklaim aktivitas Iran secara langsung membahayakan Amerika Serikat, pasukan AS dan pangkalan militernya di luar negeri, serta para sekutu di berbagai kawasan dunia.
Penggagas Board of Peace yang didukung Presiden Prabowo ini menuduh, selama 47 tahun rezim Iran menyerukan permusuhan terhadap Amerika dan melakukan kampanye kekerasan yang menargetkan kepentingan AS serta warga sipil di berbagai negara.
Dalam pidatonya Donald Trump juga menyinggung sejumlah peristiwa, termasuk penyanderaan puluhan warga Amerika selama 444 hari di Kedutaan Besar AS di Teheran, pemboman barak Marinir AS di Beirut pada 1983 yang menewaskan 241 personel militer Amerika, serta dugaan keterlibatan dalam serangan terhadap USS Cole pada 2000. Ia juga menyebut ratusan tentara Amerika menjadi korban di Irak akibat aksi pasukan atau proksi Iran.
Baca Juga: Trump Tegaskan AS Mulai Melakukan Operasi Tempur Besar-besaran di Iran
Presiden AS juga menuding Iran mendukung dan mempersenjatai kelompok milisi di Lebanon, Yaman, Suriah, dan Irak.
Ia juga menuduh pejuang kemerdekaan Palestina, Hamas sebagai proksi Iran yang melakukan serangan 7 Oktober di Israel, yang menurut klaim Israel dan Amerika, telah menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk 46 warga Amerika, serta menyandera 12 warga AS.
Donald Trump juga menegaskan kebijakan pemerintahannya bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Presiden menyatakan bahwa pada Juni lalu, melalui operasi bernama “Operation Midnight Hammer”, AS telah menghancurkan program nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Menurutnya, setelah operasi tersebut, AS telah memperingatkan Iran agar tidak melanjutkan pengembangan senjata nuklir dan berupaya mencapai kesepakatan. Namun ia menuduh Iran menolak dan berusaha membangun kembali program nuklirnya serta mengembangkan rudal jarak jauh yang dinilai dapat mengancam sekutu AS di Eropa, pasukan Amerika di luar negeri, hingga wilayah Amerika Serikat.
Tonton: DETIK-DETIK MENUJU PERANG? AS Kosongkan Kedubes di Israel, Trump Siapkan Serangan ke Iran!
Presiden menyatakan operasi militer yang sedang berlangsung bertujuan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Ia menegaskan militer AS akan menghancurkan sistem dan industri rudal Iran, melumpuhkan angkatan lautnya, serta memastikan kelompok proksi di kawasan tidak lagi dapat menyerang pasukan Amerika.
Trump juga mengakui kemungkinan adanya korban di pihak militer AS dalam operasi tersebut, seraya menyebut tindakan itu dilakukan demi keamanan masa depan Amerika.
Dalam bagian akhir pidatonya, Presiden Trump juga menyerukan kepada anggota Garda Revolusi Iran, angkatan bersenjata, dan kepolisian Iran untuk meletakkan senjata dan menyerah, dengan jaminan imunitas penuh atau menghadapi konsekuensi mematikan.
Donald Trump juga menyampaikan pesan kepada rakyat Iran agar tetap berada di rumah karena situasi berbahaya dengan pengeboman yang berlangsung.
Presiden Trump menyatakan bahwa setelah operasi selesai, rakyat Iran diminta mengambil alih pemerintahan mereka sendiri dan menyebut momen tersebut sebagai kesempatan yang mungkin tidak terulang selama beberapa generasi.
Pidato tersebut ditutup dengan doa bagi pasukan Amerika Serikat dan pernyataan keyakinan bahwa militer AS akan menang dalam operasi yang sedang berlangsung.













