kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.979   66,00   0,37%
  • IDX 5.689   45,52   0,81%
  • KOMPAS100 735   7,43   1,02%
  • LQ45 558   5,16   0,93%
  • ISSI 198   1,26   0,64%
  • IDX30 316   2,18   0,69%
  • IDXHIDIV20 390   0,29   0,07%
  • IDX80 84   0,79   0,95%
  • IDXV30 106   -0,25   -0,24%
  • IDXQ30 102   0,33   0,32%

Iran Resmi Tutup Selat Hormuz Usai Serangan Terbaru AS


Kamis, 11 Juni 2026 / 07:58 WIB
Iran Resmi Tutup Selat Hormuz Usai Serangan Terbaru AS
ILUSTRASI. Selat Hormuz (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

​KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada Kamis (11/6/2026) setelah serangan terbaru yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) ke sejumlah wilayah di bagian selatan negara tersebut.

Komando Militer Gabungan Iran menyatakan seluruh aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial, dihentikan.

Baca Juga: Inggris, Australia, dan Kanada Bentuk Dana Perdamaian Israel-Palestina US$ 4 Juta

Iran juga memperingatkan bahwa setiap kapal yang mencoba melintas akan menjadi sasaran serangan.

Media Iran melaporkan dua kapal yang disebut melanggar larangan pelayaran di Selat Hormuz telah diserang oleh Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC Navy).

Pengumuman tersebut disampaikan tidak lama setelah Iran menuduh AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di wilayah selatan negara itu, yang semakin memperburuk ketegangan antara kedua negara.

Di sisi lain, militer AS membantah adanya serangan terhadap kapal perang mereka di sekitar Selat Hormuz.

Pernyataan itu disampaikan setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa kapal-kapal AS di dekat jalur pelayaran strategis tersebut menjadi sasaran rudal dan drone yang diluncurkan angkatan bersenjata Iran.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) juga menegaskan bahwa kapal-kapal komersial masih terus melakukan pelayaran keluar masuk Selat Hormuz.

Baca Juga: PBB Kritik Sanksi AS ke Kuba, Gedung Putih: Target Kami Rezimnya

Melalui unggahan di platform X, CENTCOM menyatakan aktivitas pelayaran tetap berlangsung meskipun Iran mengumumkan penutupan jalur laut tersebut untuk seluruh kapal.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia. Dalam kondisi normal, sekitar 20% perdagangan minyak dan gas global melewati perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.

Karena peran strategisnya, setiap gangguan terhadap lalu lintas di Selat Hormuz berpotensi memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan risiko terhadap perekonomian global.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×