Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada Kamis (11/6/2026) setelah serangan terbaru yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) ke sejumlah wilayah di bagian selatan negara tersebut.
Komando Militer Gabungan Iran menyatakan seluruh aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial, dihentikan.
Baca Juga: Inggris, Australia, dan Kanada Bentuk Dana Perdamaian Israel-Palestina US$ 4 Juta
Iran juga memperingatkan bahwa setiap kapal yang mencoba melintas akan menjadi sasaran serangan.
Media Iran melaporkan dua kapal yang disebut melanggar larangan pelayaran di Selat Hormuz telah diserang oleh Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC Navy).
Pengumuman tersebut disampaikan tidak lama setelah Iran menuduh AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di wilayah selatan negara itu, yang semakin memperburuk ketegangan antara kedua negara.
Di sisi lain, militer AS membantah adanya serangan terhadap kapal perang mereka di sekitar Selat Hormuz.
Pernyataan itu disampaikan setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa kapal-kapal AS di dekat jalur pelayaran strategis tersebut menjadi sasaran rudal dan drone yang diluncurkan angkatan bersenjata Iran.
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) juga menegaskan bahwa kapal-kapal komersial masih terus melakukan pelayaran keluar masuk Selat Hormuz.
Baca Juga: PBB Kritik Sanksi AS ke Kuba, Gedung Putih: Target Kami Rezimnya
Melalui unggahan di platform X, CENTCOM menyatakan aktivitas pelayaran tetap berlangsung meskipun Iran mengumumkan penutupan jalur laut tersebut untuk seluruh kapal.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia. Dalam kondisi normal, sekitar 20% perdagangan minyak dan gas global melewati perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.
Karena peran strategisnya, setiap gangguan terhadap lalu lintas di Selat Hormuz berpotensi memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan risiko terhadap perekonomian global.













