kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Trump Segera Putuskan Kesepakatan dengan Iran, Desak Pembukaan Selat Hormuz


Sabtu, 30 Mei 2026 / 06:07 WIB
Trump Segera Putuskan Kesepakatan dengan Iran, Desak Pembukaan Selat Hormuz
ILUSTRASI. Donald Trump (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON/DUBAI. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya akan segera mengambil keputusan terkait usulan kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. 

Di tengah proses negosiasi yang masih alot, Trump juga menegaskan tuntutan keras agar Selat Hormuz dibuka kembali untuk pelayaran internasional tanpa hambatan.

Trump menyebut keputusan final akan diambil setelah rapat terbatas di Gedung Putih, yang digelar di Situation Room dan berlangsung sekitar dua jam pada Jumat waktu setempat. 

Namun, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan belum ada kepastian keputusan yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.

Baca Juga: Trump Klaim Kesepakatan Damai Iran Sudah Dekat, Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali

"Presiden Trump hanya akan membuat kesepakatan yang menguntungkan Amerika dan sesuai dengan garis merahnya. Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir," ujar pejabat tersebut.

Rencana kesepakatan itu disebut mencakup perpanjangan gencatan senjata awal April selama 60 hari, untuk memberi waktu tambahan bagi perundingan menuju penghentian konflik secara permanen. Namun, perbedaan mendasar antara Washington dan Teheran masih menjadi ganjalan utama.

Trump menegaskan Iran harus menghentikan apa yang ia sebut sebagai “cengkeraman” atas Selat Hormuz serta membongkar seluruh kemampuan pengembangan senjata nuklir. 

Ia juga menuntut agar jalur strategis itu dibuka penuh tanpa biaya atau pembatasan.

"Iran harus setuju bahwa mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Selat Hormuz harus segera dibuka, tanpa tarif, untuk lalu lintas kapal yang bebas," kata Trump.

Baca Juga: Trump Klaim Xi Sepakat Iran Harus Buka Selat Hormuz, China Minta Perang Diakhiri

Di sisi lain, sebuah sumber pemerintah Iran menyebut kesepakatan pada prinsipnya sudah dekat, meski belum mendapat persetujuan final. Namun, media semi-resmi Iran, Fars News Agency, menilai pernyataan Trump sebagai upaya menciptakan kemenangan yang dibuat-buat.

Teheran sendiri menegaskan bahwa isu pengelolaan Selat Hormuz harus ditentukan oleh Iran dan Oman, bukan pihak luar. Iran juga dikabarkan menolak memasukkan isu nuklir dalam kerangka kesepakatan tersebut.

Sementara itu, dinamika politik dan ekonomi global ikut terdampak. Harga minyak dilaporkan melemah, sementara pasar saham menguat seiring meningkatnya ekspektasi tercapainya kesepakatan yang berpotensi meredakan ketegangan di kawasan Teluk.

Di dalam negeri AS, Trump menghadapi tekanan ganda: di satu sisi ia didesak menurunkan harga bahan bakar menjelang pemilu kongres, namun di sisi lain menghadapi resistensi dari kelompok hawkish yang menolak konsesi kepada Iran.

Konflik yang melibatkan AS, Israel, dan kelompok-kelompok sekutu di kawasan sejak Februari disebut telah menimbulkan korban jiwa besar serta mengganggu stabilitas energi global, terutama karena gangguan di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.

Baca Juga: AS–Iran Terima Kerangka Gencatan Senjata, Teheran Tolak Buka Selat Hormuz

Di tengah negosiasi yang masih berlangsung, sejumlah isu lain juga muncul, termasuk wacana pencairan aset Iran yang dibekukan serta kemungkinan pengaturan ulang pengawasan bahan nuklir oleh lembaga internasional.

Meski demikian, belum ada kepastian kapan keputusan akhir Trump akan diumumkan, sementara ketegangan di kawasan masih terus membayangi pasar dan diplomasi global.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×