kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.823   40,00   0,22%
  • IDX 6.318   -47,20   -0,74%
  • KOMPAS100 829   -6,52   -0,78%
  • LQ45 629   -4,73   -0,75%
  • ISSI 219   -1,46   -0,66%
  • IDX30 353   -2,49   -0,70%
  • IDXHIDIV20 431   -3,17   -0,73%
  • IDX80 95   -0,69   -0,73%
  • IDXV30 119   -0,74   -0,61%
  • IDXQ30 112   -0,70   -0,62%

Harga Emas Spot Naik 3 Sesi Beruntun Selasa (11/8), Tembus Level Tertinggi 2 Bulan


Selasa, 11 Agustus 2026 / 08:04 WIB
Harga Emas Spot Naik 3 Sesi Beruntun Selasa (11/8), Tembus Level Tertinggi 2 Bulan
ILUSTRASI. Harga emas (Shutterstock/janews)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas kembali menguat pada perdagangan Selasa (11/8/2026), melanjutkan kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,5% menjadi US$4.411,77 per ons troi pada pukul 00.30 GMT. Harga tersebut merupakan level tertinggi sejak 5 Juni 2026.

Baca Juga: Intel Siapkan Aksi Jual Saham, Target Dana Tembus Rp267 Triliun

Sementara itu, harga emas berjangka AS naik lebih tinggi, yakni 1,2% menjadi US$4.472,10 per ons troi.

Penguatan harga emas terjadi setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan pada pekan lalu mendorong pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September.

Data menunjukkan ekonomi AS kehilangan 23.000 lapangan pekerjaan pada Juli, sementara tingkat pengangguran turun tipis menjadi 4,1% dari 4,2% pada Juni.

Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa The Fed memiliki ruang untuk mempertahankan atau bahkan melonggarkan kebijakan moneter.

Suku bunga yang lebih rendah cenderung meningkatkan daya tarik emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga.

Baca Juga: Kapan Bursa Transfer Musim Panas 2026 Tutup? Ini Jadwal Liga Top Eropa

Pasar Tunggu Data Inflasi AS

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke sejumlah data ekonomi penting AS pekan ini, terutama data inflasi yang akan menjadi petunjuk mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

Data Consumer Price Index (CPI) AS dijadwalkan dirilis pada Rabu (12/8), disusul data Producer Price Index (PPI) pada Kamis (13/8).

Baca Juga: UEFA vs FIFA Memanas: Ini Daftar Konflik Besar Keduanya

Investor akan mencermati apakah tekanan inflasi mulai mereda setelah data tenaga kerja menunjukkan pelemahan.

Pada pertemuan Juli, The Fed mempertahankan suku bunga acuannya. Namun, tiga pejabat The Fed menyatakan perbedaan pandangan dengan mendukung kenaikan suku bunga.

Selain faktor suku bunga, ketidakpastian geopolitik juga masih menjadi penopang harga emas sebagai aset safe haven.

Presiden AS Donald Trump merespons persyaratan Iran untuk kesepakatan damai dengan mengajukan tuntutannya sendiri, termasuk kompensasi dari Iran atas korban tewas dalam perang, serangan, dan aksi protes.

Eskalasi retorika tersebut berpotensi semakin mempersulit upaya pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur perdagangan minyak strategis dunia.

Baca Juga: BPOM AS Tingkatkan Pengawasan Terhadap Bahan Tambahan Pangan

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,6% menjadi US$66,16 per ons troi. Platinum menguat 0,6% menjadi US$1.763,60 per ons troi, sementara palladium naik 0,6% menjadi US$1.391,21 per ons troi.

Sementara itu, Barrick Mining melaporkan kenaikan laba kuartal II yang didorong oleh harga emas yang lebih tinggi.




TERBARU

[X]
×