kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.719   -99,00   -0,56%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Harga Emas Dunia Naik ke Level Tertinggi Sepekan, Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran


Senin, 15 Juni 2026 / 21:12 WIB
Harga Emas Dunia Naik ke Level Tertinggi Sepekan, Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran
ILUSTRASI. Harga Emas (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas melanjutkan penguatan untuk sesi ketiga berturut-turut pada perdagangan Senin (15/6/2026), didorong meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) setelah tercapainya kesepakatan awal perdamaian antara AS dan Iran.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 3% menjadi US$ 4.344,77 per ons troi pada pukul 12.42 GMT. Level tersebut menjadi yang tertinggi sejak 9 Juni 2026.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS menguat 3% ke posisi US$ 4.366,80 per ons troi.

Baca Juga: UPDATE-Harga Minyak Dunia Jatuh ke Level Terendah Tiga Bulan

Penguatan harga emas juga didukung pelemahan indeks dolar AS sebesar 0,2%, sehingga membuat logam mulia yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Kesepakatan awal antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah sekaligus membuka kembali Selat Hormuz telah mengubah sentimen pasar secara signifikan.

Rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat mendatang.

Chief Market Strategist Blue Line Futures Phillip Streible mengatakan, pasar emas mulai mengalihkan perhatian dari konflik geopolitik ke dampaknya terhadap kebijakan moneter AS.

Baca Juga: Saham SpaceX Terbang Lagi, Valuasi Tembus US$ 2 Triliun Pasca IPO

"Berita kesepakatan damai menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS, dolar, dan harga minyak. Faktor-faktor tersebut sebelumnya menjadi sumber utama risiko inflasi di pasar," ujarnya.

Sejak konflik Iran pecah, harga emas sempat menghadapi tekanan karena lonjakan harga energi meningkatkan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter oleh Federal Reserve (The Fed).

Namun setelah muncul kesepakatan damai, pelaku pasar mulai memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada akhir tahun.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada Desember turun menjadi 54,8%, dari hampir 70% pada pekan lalu.

Fokus investor kini beralih ke rapat kebijakan Federal Reserve pada 16-17 Juni 2026. Pertemuan tersebut menjadi yang pertama dipimpin Ketua The Fed Kevin Warsh.

Baca Juga: Inggris Umumkan Larangan Total Media Sosial bagi Anak di Bawah Usia 16 Tahun

Pelaku pasar menantikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan yang diyakini akan menjadi faktor utama penggerak harga emas dalam jangka pendek.

"Langkah harga emas berikutnya akan sangat ditentukan oleh Kevin Warsh, terutama nada pernyataannya dan pandangannya mengenai jalur suku bunga ke depan," kata Streible.

Di luar pasar emas, logam mulia lainnya juga mencatat penguatan signifikan. Harga perak spot melonjak 4,6% menjadi US$ 71,07 per ons troi.

Sementara itu, platinum naik 4,6% ke level US$ 1.796,45 per ons troi dan palladium menguat 5,1% menjadi US$ 1.348,30 per ons troi.

Sentimen positif juga datang dari Asia setelah pemerintah Singapura mengumumkan rencana pembentukan sistem kliring emas over-the-counter (OTC) serta layanan penyimpanan emas bagi bank sentral, yang berpotensi memperkuat posisi negara tersebut sebagai pusat perdagangan emas regional.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×