Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Nilai tukar yen Jepang menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (17/8/2026).
Penguatan yen terjadi meski data pertumbuhan ekonomi Jepang kuartal II-2026 lebih lemah dari perkiraan.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jepang Periode April-Juni Lebih Lambat dari Perkiraan
Mengutip Reuters, yen menguat 0,2% menjadi 159,055 yen per dolar AS, melanjutkan kenaikan tipis untuk hari kedua berturut-turut. Meski demikian, yen masih berada dalam kisaran perdagangan selama sepekan terakhir.
Data yang dirilis Senin menunjukkan produk domestik bruto (PDB) Jepang pada kuartal II-2026 tumbuh 1,1% secara tahunan (annualised).
Analis Capital Economics menilai rincian data tersebut menunjukkan hasil yang beragam. Pertumbuhan ekonomi Jepang dinilai masih cukup baik, sementara kebijakan pemerintah dalam membatasi dampak kenaikan harga energi turut menopang ekonomi.
Konsumsi pemerintah yang meningkat juga mengindikasikan bahwa kebijakan fiskal ekspansif Perdana Menteri Takaichi mulai memberikan dampak terhadap perekonomian.
Baca Juga: Trump Perintahkan Pentagon Kurangi Latihan Militer Bersama Korea Selatan
Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Menurun
Pergerakan yen juga dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Sejumlah data ekonomi AS yang lebih lemah, termasuk data nonfarm payrolls serta indikator inflasi konsumen dan produsen, telah menekan ekspektasi investor terhadap kenaikan suku bunga The Fed tahun ini.
Pasar kini memperkirakan peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan yang berakhir 16 September mencapai 66,9%, berdasarkan CME FedWatch Tool. Angka tersebut meningkat dari 47,6% sebulan sebelumnya.
Analis BNY mengatakan data ekonomi AS yang lebih lunak dalam beberapa pekan terakhir telah menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Pasar bahkan kini memperkirakan kurang dari satu kali kenaikan suku bunga hingga Desember.
Perhatian investor selanjutnya tertuju pada simposium Jackson Hole yang akan berlangsung pada 27-29 Agustus.
Pasar mengharapkan adanya petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter AS dari forum tersebut.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Isyaratkan Pensiun, Sebut Musim Depan Bisa Jadi Tahun Terakhir
Dolar AS Melemah
Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama turun 0,1% menjadi 99,519, mendekati level terendah bulan ini.
Sementara itu, euro bergerak datar di US$ 1,1573, sedangkan poundsterling Inggris naik 0,1% menjadi US$ 1,3546.
Dolar Australia dan dolar Selandia Baru masing-masing berada di sekitar US$ 0,7085 dan US$ 0,5891.
Di pasar komoditas, harga minyak bergerak fluktuatif di tengah kebuntuan pembicaraan AS-Iran terkait konflik di Timur Tengah.
Harga Brent turun tipis 0,1% menjadi US$ 88,48 per barel setelah Presiden AS Donald Trump meminta masyarakat bersiap menghadapi harga bahan bakar yang tetap tinggi akibat perang.
Baca Juga: Trump Ingin Tekanan Ekonomi Lebih Keras ke Iran, Ini Opsi yang Bisa Ditempuh AS
Sementara itu, Iran meminta AS menerima kekalahan. Aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz juga masih sangat terbatas.
Di pasar valuta asing China, dolar AS bergerak datar di 6,7428 yuan dalam perdagangan offshore menjelang rilis data aktivitas ekonomi China pada Senin.
Adapun di pasar kripto, harga Bitcoin turun 0,3% menjadi US$ 62.854,48, sedangkan Ethereum juga melemah 0,3% menjadi US$ 1.874,80.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
