Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID – NEW YORK. Prospek penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS) semakin menjauh. Citigroup merevisi perkiraannya terkait waktu pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral AS (The Fed), seiring menguatnya sinyal kebijakan moneter yang lebih ketat dari para pembuat kebijakan.
Melansir Reuters (18/6), dalam laporan terbarunya, Citi memperkirakan The Fed baru akan memangkas suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin (bps) pada Oktober dan Desember 2026, lalu kembali memangkas 25 bps pada Januari 2027. Sebelumnya, bank investasi tersebut memperkirakan pelonggaran moneter dimulai pada September tahun ini.
Perubahan proyeksi ini muncul setelah The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya pada rapat kebijakan terbaru di bawah kepemimpinan Ketua baru, Kevin Warsh. Meski suku bunga ditahan, hampir separuh pejabat The Fed kini memperkirakan suku bunga justru masih berpotensi naik pada tahun ini karena tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda.
Pandangan yang lebih hawkish tersebut juga membuat sejumlah lembaga keuangan lain semakin berhati-hati. Nomura dan Bank of America, yang sebelumnya tidak memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga, menilai risiko kenaikan suku bunga tahun ini semakin meningkat.
Ekspektasi pasar turut bergeser. Berdasarkan data CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga pada September kini mencapai 50%, melonjak dari 27% sehari sebelumnya.
Baca Juga: Citi Pangkas Target Bitcoin dan Ethereum, Legislasi AS Jadi Penghambat
Perubahan besar lainnya datang dari keputusan Warsh untuk menghentikan praktik forward guidance atau panduan mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan. Dalam konferensi pers perdananya, Warsh menegaskan bahwa The Fed tidak akan lagi memberikan petunjuk mengenai langkah kebijakan berikutnya karena dinilai kurang sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini.
Kebijakan tersebut membuat pelaku pasar harus lebih mengandalkan data ekonomi terbaru dan pernyataan para pejabat The Fed untuk membaca arah kebijakan moneter. Analis JPMorgan Chase menilai pidato para pejabat The Fed akan menjadi semakin penting dalam membentuk ekspektasi pasar.
Sementara itu, Barclays memperingatkan bahwa pergeseran dari forward guidance menuju pendekatan yang lebih bergantung pada data akan meningkatkan ketidakpastian pasar. Bahkan, Barclays kini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini hingga sepanjang tahun depan, berbeda dari proyeksi sebelumnya yang memperkirakan pemangkasan suku bunga pada Maret 2027.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perjuangan The Fed melawan inflasi masih menjadi prioritas utama, sehingga peluang pelonggaran moneter dalam waktu dekat semakin terbatas.
Baca Juga: Citi Perkirakan Aksi AS–Israel ke Iran Terbatas demi Hindari Eskalasi













