kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.814   80,00   0,48%
  • IDX 7.655   -665,89   -8,00%
  • KOMPAS100 1.056   -92,81   -8,08%
  • LQ45 750   -62,28   -7,66%
  • ISSI 279   -26,33   -8,63%
  • IDX30 390   -28,00   -6,70%
  • IDXHIDIV20 463   -30,35   -6,15%
  • IDX80 117   -10,49   -8,25%
  • IDXV30 128   -10,57   -7,65%
  • IDXQ30 126   -8,28   -6,17%

The Fed Tahan Suku Bunga, Powell: Inflasi Masih Tinggi tapi Terkendali


Kamis, 29 Januari 2026 / 08:15 WIB
The Fed Tahan Suku Bunga, Powell: Inflasi Masih Tinggi tapi Terkendali
ILUSTRASI. Jerome Powell (KONTAN/The Fed)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), memutuskan menahan suku bunga acuannya pada Rabu (28/1/2026) waktu setempat di tengah kondisi ekonomi yang dinilai solid serta meredanya risiko terhadap inflasi dan pasar tenaga kerja.

Sikap ini mengisyaratkan bahwa pemangkasan suku bunga berikutnya masih akan menunggu waktu.

Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan, perekonomian AS kembali menunjukkan ketahanan yang kuat, sementara risiko lonjakan inflasi maupun pelemahan pasar kerja telah berkurang dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga: Mengejutkan! Amazon PHK 16.000 Karyawan Lagi, Total 30.000 Sejak Oktober

“Ekonomi kembali mengejutkan dengan kekuatannya,” ujar Powell dalam konferensi pers usai pertemuan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

FOMC memutuskan dengan suara 10 banding 2 untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%.

Powell menegaskan bank sentral masih berada pada posisi yang tepat untuk menilai apakah dan kapan penyesuaian kebijakan moneter diperlukan.

“Ada banyak kombinasi kondisi yang bisa membuat kami bergerak, termasuk pelemahan pasar tenaga kerja atau inflasi yang kembali mendekati target 2%,” katanya.

Sejak pertemuan terakhir pada Desember lalu saat The Fed melakukan pemangkasan suku bunga ketiga secara beruntun risiko kenaikan inflasi dan penurunan lapangan kerja disebut telah menyusut, meski belum sepenuhnya hilang.

“Kebijakan kami saat ini berada di posisi yang baik,” tambah Powell.

Baca Juga: Trump Senang Dolar Melemah, Tapi Investor Justru Panik Borong Emas

Meski demikian, dua pejabat The Fed, yakni Gubernur Christopher Waller dan Gubernur Stephen Miran menyampaikan, perbedaan pendapat dengan memilih pemangkasan suku bunga sebesr 25 basis poin.

Keputusan kebijakan ini berlangsung di tengah sorotan politik, menyusul tekanan Presiden Donald Trump yang berulang kali mengkritik The Fed karena dinilai tidak memangkas suku bunga secara agresif.

Powell menolak berkomentar lebih jauh terkait tekanan tersebut, namun menegaskan pentingnya menjaga independensi bank sentral dari kepentingan politik.

Baca Juga: Stok Minyak Mentah AS Anjlok 2,3 Juta Barel, Ekspor Melejit di Tengah Cuaca Ekstrem

Inflasi Masih di Atas Target

Dalam pernyataan resminya, FOMC tidak memberikan petunjuk waktu pasti terkait pemangkasan suku bunga selanjutnya.

Penyesuaian kebijakan ke depan akan sangat bergantung pada data ekonomi yang masuk dan prospek ekonomi secara keseluruhan.

Inflasi di AS hingga kini masih berada sekitar satu poin persentase di atas target The Fed sebesar 2% dan dinilai “agak tinggi”.

Powell mengatakan tekanan harga tersebut sebagian dipicu oleh kebijakan tarif impor yang diberlakukan pemerintahan Trump tahun lalu, meski dampaknya diperkirakan akan memudar pada pertengahan tahun ini.

Jika tekanan inflasi tidak mereda sesuai harapan, hal itu berpotensi menjadi tantangan besar bagi pemimpin The Fed berikutnya, mengingat trauma lonjakan harga pascapandemi COVID-19 masih membekas di kalangan pembuat kebijakan.

Namun Powell menilai ekspektasi inflasi jangka panjang masih terkendali, sehingga The Fed memiliki ruang untuk bersikap lebih sabar.

Baca Juga: Google Bayar US$135 Juta untuk Selesaikan Gugatan Transfer Data Android

Pasar Kerja Lebih Stabil

Dari sisi tenaga kerja, The Fed mencatat pertumbuhan lapangan kerja masih rendah, tetapi menghapus pernyataan sebelumnya yang menyebut risiko penurunan pasar kerja meningkat. Langkah ini mengindikasikan kekhawatiran terhadap perlambatan tajam mulai mereda.

Pasar tenaga kerja AS dinilai relatif seimbang, dengan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja sejalan dengan berkurangnya pasokan tenaga kerja akibat kebijakan imigrasi yang lebih ketat. Tingkat pengangguran AS tercatat turun menjadi 4,4% pada Desember lalu.

Di pasar keuangan, indeks saham utama AS bergerak melemah tipis dan ditutup relatif datar setelah pengumuman kebijakan.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,25%, sementara yield obligasi dua tahun bertahan di kisaran 3,57%.

Pelaku pasar kini memperkirakan pemangkasan suku bunga The Fed berikutnya baru akan terjadi pada Juni 2026.

Selanjutnya: Chandra Asri Pacific (TPIA) Operasikan Anak Usaha Untuk Layanan Back Office

Menarik Dibaca: Fokus Hilang, Hidup Berantakan? Ini 5 Tanda ADHD yang Wajib Anda Tahu




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×