kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.003.000   87.000   2,98%
  • USD/IDR 16.734   -57,00   -0,34%
  • IDX 8.321   -659,67   -7,35%
  • KOMPAS100 1.149   -90,86   -7,33%
  • LQ45 813   -63,58   -7,26%
  • ISSI 305   -25,64   -7,75%
  • IDX30 418   -26,36   -5,93%
  • IDXHIDIV20 493   -25,93   -4,99%
  • IDX80 127   -10,53   -7,65%
  • IDXV30 138   -5,68   -3,95%
  • IDXQ30 134   -8,31   -5,83%

Trump Senang Dolar Melemah, Tapi Investor Justru Panik Borong Emas


Kamis, 29 Januari 2026 / 05:52 WIB
Trump Senang Dolar Melemah, Tapi Investor Justru Panik Borong Emas
ILUSTRASI. Mengejutkan, Presiden Trump menyambut baik pelemahan dolar. Namun, reaksi pasar justru berbeda, ada apa di balik fenomena ini? (CFOTO via Reuters Connect/CFOTO)


Sumber: Fortune,Fortune,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia melonjak tajam dan nyaris menembus level psikologis US$ 5.400 per ons pada Rabu (28/1/2026). 

Data Reuters menunjukkan, harga emas di pasar spot tercatat naik sekitar 4% ke posisi US$ 5.393,19 per ons troi pada pukul 16.08 waktu AS. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup menguat 4,3% di level US$ 5.303,60 per ons.

Melansir Fortune, kenaikan ini bukan tanpa sebab. Emas kian diminati sebagai aset safe haven, di tengah pelemahan dolar Amerika Serikat yang mendorong investor keluar dari aset-aset berbasis dolar.

Menariknya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru menyambut baik pelemahan tersebut.

“Tidak, menurut saya itu bagus,” kata Trump kepada wartawan. “Lihat bisnis yang kami lakukan. Nilai dolar baik-baik saja.”

Trump berharap dolar yang melemah dapat membuat aset Amerika lebih murah di mata global, sehingga mendorong ekspor AS.

Namun, risiko yang mengintai adalah menurunnya kepercayaan dunia terhadap dolar sebagai mata uang cadangan global. Meski pelaku pasar belum melihat ancaman nyata terhadap status tersebut dalam waktu dekat, isu ini semakin sering dibicarakan.

Baca Juga: Bursa Global Cetak Rekor, Dolar Mulai Stabil Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Ekonom UBS Paul Donovan menilai dolar memang tidak akan kehilangan status cadangan dunia secara tiba-tiba. Namun, menurutnya, posisi AS di panggung global terus tergerus.

“Penurunan pengaruh internasional AS dan pertanyaan investor global terhadap isu-isu mendasar seperti supremasi hukum membuat dolar kehilangan pangsa pasar,” ujar Donovan. 

Ia menambahkan, investor kemungkinan tidak akan meninggalkan aset dolar secara drastis, tetapi bisa mulai menahan diri untuk menambah kepemilikan baru.

Donovan juga memperingatkan bahwa pelemahan dolar berisiko memperkuat narasi kemunduran relatif Amerika Serikat, yang dapat memengaruhi arus modal global. Menurutnya, pasar obligasi justru lebih rentan terhadap pelemahan dolar dibandingkan inflasi.

Pandangan serupa disampaikan George Vessey, FX and macro strategist Convera. Ia menilai kebijakan AS yang tidak konsisten kembali meningkatkan premi risiko dolar, sehingga mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berbasis dolar atau melakukan lindung nilai.

Sementara itu, analis ING Chris Turner memperkirakan dolar AS masih berpotensi melemah hingga 3% lagi. Ia menyoroti rapat Federal Open Market Committee (FOMC) sebagai momen krusial.

Baca Juga: Stok Minyak Mentah AS Anjlok 2,3 Juta Barel, Ekspor Melejit di Tengah Cuaca Ekstrem




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×