kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.003.000   87.000   2,98%
  • USD/IDR 16.734   -57,00   -0,34%
  • IDX 8.321   -659,67   -7,35%
  • KOMPAS100 1.149   -90,86   -7,33%
  • LQ45 813   -63,58   -7,26%
  • ISSI 305   -25,64   -7,75%
  • IDX30 418   -26,36   -5,93%
  • IDXHIDIV20 493   -25,93   -4,99%
  • IDX80 127   -10,53   -7,65%
  • IDXV30 138   -5,68   -3,95%
  • IDXQ30 134   -8,31   -5,83%

Bursa Global Cetak Rekor, Dolar Mulai Stabil Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed


Rabu, 28 Januari 2026 / 23:52 WIB
Bursa Global Cetak Rekor, Dolar Mulai Stabil Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed
ILUSTRASI. Wall Street (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham global naik ke rekor tertinggi intraday untuk hari ketiga berturut-turut pada Rabu (28/1/2026).

Sementara dolar AS mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah anjlok tajam pada sesi sebelumnya, menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed.

Di Wall Street, saham AS menguat pada awal perdagangan. S&P 500 menembus level 7.000 untuk pertama kalinya, menjelang rilis kinerja perusahaan teknologi raksasa seperti Microsoft, Tesla, dan Meta Platforms setelah penutupan pasar, sementara laporan keuangan Apple dijadwalkan keluar pada Kamis.

Baca Juga: Stok Minyak Mentah AS Anjlok 2,3 Juta Barel, Ekspor Melejit di Tengah Cuaca Ekstrem

“Angka-angka bulat besar seperti ini sering menjadi ujian psikologis bagi pasar. Dari perspektif analisis teknikal, ini jelas sinyal yang sangat positif,” ujar Jeff Buchbinder, Chief Equity Strategist LPL Financial di Boston.

Pada perdagangan pagi, Dow Jones Industrial Average naik tipis 3,45 poin atau 0,01% ke 49.006,97. S&P 500 menguat 16,20 poin atau 0,23% ke 6.994,80, sementara Nasdaq Composite naik 124,60 poin atau 0,53% ke 23.943,34.

Indeks saham global MSCI World naik 0,29% ke 1.054,17, setelah sempat menyentuh rekor intraday 1.055,04, menandai rekor intraday ketiga berturut-turut.

Indeks ini berada di jalur kenaikan enam sesi beruntun, yang menjadi rentetan penguatan terpanjang sepanjang tahun ini.

Di Eropa, indeks STOXX 600 justru turun 0,67%, terbebani anjloknya saham LVMH sekitar 7% setelah pemilik merek Louis Vuitton dan Tiffany itu merilis laporan keuangan kuartalan.

CEO LVMH Bernard Arnault menyatakan bersikap hati-hati terhadap prospek tahun ini.

Baca Juga: Google Bayar US$135 Juta untuk Selesaikan Gugatan Transfer Data Android

Pasar Valuta: Dolar Mulai Stabil

Dolar AS mulai stabil setelah mencatat penurunan harian terbesar sejak 1 Agustus, menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang terkesan meremehkan pelemahan mata uang tersebut, yang sebelumnya menyeret dolar ke level terendah dalam empat tahun.

Pelemahan dolar belakangan ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Fed tahun ini, ketidakpastian tarif, volatilitas kebijakan, kekhawatiran terhadap independensi bank sentral, serta membengkaknya defisit fiskal AS yang semuanya menggerus kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi AS.

Baca Juga: Bank Sentral Kanada Tahan Suku Bunga di 2,25%, Ketidakpastian Global Jadi Tantangan

Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, naik 0,32% ke level 96,22. Euro melemah 0,61% ke US$1,1968, setelah sempat menembus level US$1,20 pasca komentar Trump.

Para pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) menyuarakan kekhawatiran atas penguatan euro yang terlalu cepat terhadap dolar, dengan peringatan bahwa hal tersebut dapat menekan inflasi, yang saat ini sudah diperkirakan berada di bawah target 2% ECB.

The Fed diperkirakan akan menahan suku bunga pada pertemuan kali ini, yang dibayangi oleh penyelidikan pidana pemerintahan Trump terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, upaya untuk memberhentikan Gubernur The Fed Lisa Cook, serta proses penunjukan pengganti Powell yang masa jabatannya berakhir pada Mei.

Investor memperkirakan jeda pemangkasan suku bunga akan berlanjut setidaknya hingga pertemuan terakhir Powell pada Maret dan April.

Terhadap yen Jepang, dolar menguat 0,39% ke 152,78, sementara pound sterling melemah 0,34% ke US$1,3798.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan Amerika Serikat menganut kebijakan dolar kuat, yang dicapai melalui fundamental ekonomi yang solid.

Baca Juga: CEO Tether Menargetkan Alokasi Hingga 15% Portofolio ke Emas

Ia juga membantah adanya intervensi AS di pasar valuta untuk menopang yen, setelah mata uang Jepang itu menguat tajam pekan lalu.

Pelemahan dolar turut menopang harga komoditas. Emas melonjak ke rekor di atas US$5.300 per ons troi.

Sementara minyak mentah AS naik 1,31% ke US$63,21 per barel dan Brent menguat 1,02% ke US$68,26 per barel, setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam empat bulan di US$68,53.

Selanjutnya: Stok Minyak Mentah AS Anjlok 2,3 Juta Barel, Ekspor Melejit di Tengah Cuaca Ekstrem

Menarik Dibaca: Hasil Thailand Masters 2026, 10 Wakil Indonesia Melenggang ke Babak 16 Besar


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×