kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.024.000   -25.000   -0,82%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Australia Protes China Usai Insiden Helikopter Militer di Laut Kuning


Jumat, 06 Maret 2026 / 23:05 WIB
Australia Protes China Usai Insiden Helikopter Militer di Laut Kuning


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Pemerintah Australia menyampaikan protes kepada China setelah terjadi pertemuan berbahaya antara dua helikopter militer di wilayah Laut Kuning.

Otoritas pertahanan Australia menilai manuver helikopter China dalam insiden tersebut tidak aman dan tidak profesional.

Departemen Pertahanan Australia menyatakan, insiden itu terjadi pada Rabu ketika helikopter militer Australia sedang terbang di atas perairan internasional di Laut Kuning.b

Saat menjalankan patroli rutin, helikopter tersebut dicegat oleh helikopter militer China.

Baca Juga: Anggaran Militer China Naik 7%, Sinyal Tegas di Tengah Rivalitas Global

Menurut pernyataan resmi, helikopter China menyamai ketinggian pesawat Australia sebelum mendekat pada jarak yang dinilai tidak aman.

Helikopter tersebut kemudian meningkatkan kecepatan dan melakukan manuver mengarah ke pesawat Australia sehingga kru harus mengambil tindakan menghindar.

Pihak Australia menilai tindakan itu berisiko terhadap keselamatan pesawat dan personel di dalamnya. "Ini adalah manuver yang tidak aman dan tidak profesional yang membahayakan pesawat serta awak kami," kata Departemen Pertahanan Australia.

Australia menjelaskan penerbangan tersebut merupakan bagian dari patroli rutin untuk mendukung upaya internasional menegakkan sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap Korea Utara.

Meski sempat terjadi ketegangan di udara, tidak ada korban luka dalam pertemuan antara helikopter Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China dan helikopter milik Angkatan Pertahanan Australia tersebut.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan China membantah tudingan Australia dan menyebut pernyataan Canberra sebagai distorsi fakta.

Baca Juga: Kapal Perang Australia Lintasi Selat Taiwan, Militer China Pantau Ketat

Juru bicara Kementerian Pertahanan China Jiang Bin mengatakan helikopter Australia melakukan pengintaian jarak dekat terhadap China di wilayah Laut Kuning dan Laut China Timur. Menurut dia, tindakan itu dilakukan dengan dalih menegakkan resolusi Dewan Keamanan PBB.

China menilai respons militernya sah, wajar, dan profesional. Beijing juga menegaskan resolusi Dewan Keamanan PBB tidak pernah memberikan kewenangan kepada negara mana pun untuk mengerahkan pasukan melakukan pengawasan di wilayah yang berada di bawah yurisdiksi negara lain.

“China tidak akan menoleransi tindakan apa pun yang, dengan dalih menjalankan resolusi, justru membahayakan kedaulatan dan keamanan nasional China,” kata Jiang.

Insiden ini menjadi yang terbaru dalam rangkaian pertemuan militer yang melibatkan China dan Australia. 

Baca Juga: Anomali Militer China: Jenderal Disikat, Prajurit Rendah Dipuji Xi

Pada Oktober lalu, Australia juga mengkritik tindakan jet tempur China yang menjatuhkan flare di dekat salah satu pesawat patroli maritim miliknya dan menyebut manuver tersebut tidak aman serta tidak profesional.




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×