Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - OTTAWA. Bank Sentral Kanada alias Bank of Canada (BoC) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,25% pada Rabu (28/1/2026), sesuai dengan perkiraan pasar.
Gubernur Bank of Canada, Tiff Macklem, mengatakan tingginya ketidakpastian ekonomi global membuat bank sentral sulit memprediksi kapan dan ke arah mana suku bunga akan berubah selanjutnya.
Dalam laporan kebijakan moneter kuartalan, Bank of Canada tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang moderat pada 2026 dan 2027, serta memperkirakan inflasi akan bergerak di sekitar target 2%.
Baca Juga: Permintaan Hedging Dolar AS Meledak, UBS Ingatkan Risiko Tekanan pada Bank Global
Keputusan ini menjadi kedua kalinya secara berturut-turut Bank of Canada memilih untuk menahan suku bunga. Bank sentral menilai dunia usaha masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan dampak kebijakan tarif impor Amerika Serikat, sementara rencana perekrutan tenaga kerja juga masih tergolong lemah.
“Dewan menilai suku bunga saat ini sudah tepat berdasarkan proyeksi kami, tetapi ketidakpastian yang tinggi membuat sulit untuk memprediksi waktu maupun arah perubahan suku bunga berikutnya,” kata Macklem dalam pernyataannya usai pengumuman kebijakan.
Pandangan ekonom dan pelaku pasar mengenai arah kebijakan moneter Kanada tahun ini masih terbelah. Sejumlah ekonom memperkirakan pemangkasan suku bunga masih mungkin dilakukan untuk menopang ekonomi yang terdampak tarif Presiden AS Donald Trump.
Namun, pasar uang justru memperkirakan tidak ada penurunan suku bunga hingga 2026, dengan peluang kenaikan suku bunga muncul pada akhir tahun ini.
Macklem juga menyoroti meningkatnya risiko geopolitik, termasuk peninjauan ulang perjanjian dagang Kanada–Amerika Serikat–Meksiko (USMCA), yang dinilai menjadi faktor risiko penting bagi prospek ekonomi.
Meski demikian, reaksi pasar relatif terbatas. Dolar Kanada justru menguat setelah pengumuman kebijakan, naik 0,28% ke level C$ 1,3535 per dolar AS, atau sekitar 73,88 sen AS.
Baca Juga: Kanada Didekap China, AS Ancam Tarif 100%
Kepala Ekonom BMO Capital Markets, Doug Porter, menilai pernyataan Bank of Canada menunjukkan kewaspadaan tinggi. “Mereka melihat berbagai kemungkinan arah ekonomi tahun ini, dan salah satunya bisa saja memerlukan suku bunga yang lebih rendah,” ujarnya.
Ekonomi Kanada sejauh ini dinilai cukup bertahan meskipun dikenai tarif pada sektor-sektor penting seperti baja, otomotif, dan aluminium. Bank of Canada mencatat pertumbuhan ekonomi Kanada pada 2025 mencapai 1,7%, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya sebesar 1,2% pada Oktober.
Untuk 2026, proyeksi pertumbuhan tetap di 1,1%, sementara perkiraan pertumbuhan 2027 sedikit direvisi turun menjadi 1,5% dari sebelumnya 1,6%.
Macklem menegaskan bahwa risiko kenaikan inflasi akibat tarif kemungkinan akan diimbangi oleh tekanan penurunan harga akibat kelebihan pasokan. Belanja rumah tangga diperkirakan tetap tumbuh moderat, didukung oleh pemangkasan suku bunga sebelumnya dan meningkatnya pendapatan yang dapat dibelanjakan. Investasi bisnis juga diproyeksikan mulai menguat secara bertahap.
Bank of Canada berharap proses penyesuaian struktur ekonomi akibat tarif dapat membantu pemulihan kapasitas produksi dalam jangka menengah. “Namun semua itu akan membutuhkan waktu,” kata Macklem.













