kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.917.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.789   -61,00   -0,36%
  • IDX 8.975   24,32   0,27%
  • KOMPAS100 1.244   9,59   0,78%
  • LQ45 882   8,84   1,01%
  • ISSI 330   0,91   0,28%
  • IDX30 451   1,60   0,36%
  • IDXHIDIV20 533   1,62   0,31%
  • IDX80 138   1,09   0,79%
  • IDXV30 147   -0,35   -0,24%
  • IDXQ30 145   0,87   0,61%

Kanada Didekap China, AS Ancam Tarif 100%


Selasa, 27 Januari 2026 / 04:30 WIB
Kanada Didekap China, AS Ancam Tarif 100%
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump (REUTERS/Denis Balibouse)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - OTTAWA. Ketegangan dagang Amerika Serikat dan Kanada kembali memanas setelah langkah Kanada melonggarkan hambatan perdagangan dengan China. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menilai Perdana Menteri Kanada Mark Carney telah berputar arah dari sikap sebelumnya yang sejalan dengan Washington dalam menekan Beijing.

Beberapa bulan lalu, Kanada bersama AS kompak mengenakan tarif tinggi terhadap baja asal China karena tudingan praktik dumping. Eropa juga mengambil langkah serupa. Namun kini, arah kebijakan Kanada dinilai berubah. “Sepertinya Perdana Menteri Carney melakukan semacam putar balik,” ujar Bessent dalam wawancara di ABC, Minggu (waktu setempat) yang dilansir oleh Bloomberg 

Perubahan sikap itu terlihat dari kesepakatan terbaru Kanada dengan China. Bulan ini, Kanada sepakat menurunkan tarif atas 49.000 unit mobil listrik asal China menjadi hanya 6%, sekaligus menghapus bea tambahan 100%. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya memperbaiki hubungan dengan Beijing. Carney bahkan berharap China akan memangkas tarif atas kanola (rapeseed) asal Kanada setelah pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping.

Baca Juga: Korea Selatan Pulangkan 73 Terduga Pelaku Penipuan Online (Scam) dari Kamboja

AS geram

Langkah tersebut langsung memicu reaksi keras dari Washington. Presiden AS Donald Trump dan sejumlah pejabat tinggi pemerintah AS mengecam kesepakatan itu dan memperingatkan adanya konsekuensi, termasuk potensi pengenaan tarif tambahan atas barang-barang Kanada. Ini menjadi sinyal bahwa perundingan ulang perjanjian dagang bebas AS-Meksiko-Kanada (USMCA) yang dijadwalkan berlangsung musim panas nanti berpotensi berjalan alot.

Bessent melontarkan ancaman yang lebih keras. Menurutnya, Kanada bisa dikenai tarif hingga 100% oleh AS jika tetap melangkah lebih jauh dengan China dan membiarkan negaranya menjadi pintu masuk barang-barang murah buatan China ke rantai pasok Amerika, terutama di sektor otomotif.

“Kami memiliki pasar yang sangat terintegrasi dengan Kanada. Dalam proses produksi, barang bisa melintasi perbatasan sampai enam kali. Kami tidak bisa membiarkan Kanada menjadi celah bagi China untuk membanjiri barang murah ke AS,” tegasnya.

Tak hanya Kanada, China juga disebut berisiko menghadapi sanksi tambahan jika kesepakatan itu berkembang melampaui yang sudah diumumkan.

Di sisi lain, pemerintah Kanada mencoba meredam kekhawatiran tersebut. Menteri yang membidangi perdagangan AS, Dominic LeBlanc menegaskan, Kanada tidak sedang mengejar perjanjian dagang bebas dengan China. Menurutnya, kesepakatan antara Carney dan Xi lebih ditujukan untuk menyelesaikan sengketa tarif yang selama ini mengganjal hubungan kedua negara.

Namun, pernyataan itu tampaknya belum cukup menenangkan Gedung Putih. Trump secara terbuka memperingatkan Kanada melalui unggahan di Truth Social. Ia menegaskan, jika Carney “mengira bisa menjadikan Kanada sebagai pelabuhan transit bagi China untuk mengirim barang ke AS, maka ia sangat keliru.”

Ketegangan ini juga tak lepas dari pidato Carney di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pekan lalu. Dalam pidatonya, Carney menyinggung perlunya negara-negara kekuatan menengah bersatu menghadapi tekanan agresif negara-negara adidaya. Meski tidak menyebut AS secara langsung, banyak pengamat menilai pernyataan itu menyindir Washington.

Dengan memanasnya isu ini, hubungan dagang AS-Kanada yang selama ini terintegrasi erat kembali diuji. Pasar kini menanti, apakah manuver Ottawa mendekati Beijing akan berujung pada perang tarif baru di Amerika Utara, atau justru memaksa ketiga negara AS, Kanada, dan Meksiko masuk ke meja perundingan dengan tensi yang jauh lebih tinggi.

Baca Juga: Harga Emas Sentuh Rekor US$5.100 per Ons, Saham Emiten Tambang Melonjak

Selanjutnya: 28 Perusahaan Dicabut Izin: BUMN Siap Ambil Alih Bisnis Menguntungkan?


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×