kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.003.000   87.000   2,98%
  • USD/IDR 16.743   9,00   0,05%
  • IDX 8.321   -659,67   -7,35%
  • KOMPAS100 1.149   -90,86   -7,33%
  • LQ45 813   -63,58   -7,26%
  • ISSI 305   -25,64   -7,75%
  • IDX30 418   -26,36   -5,93%
  • IDXHIDIV20 493   -25,93   -4,99%
  • IDX80 127   -10,53   -7,65%
  • IDXV30 138   -5,68   -3,95%
  • IDXQ30 134   -8,31   -5,83%

Mengejutkan! Amazon PHK 16.000 Karyawan Lagi, Total 30.000 Sejak Oktober


Kamis, 29 Januari 2026 / 06:13 WIB
Mengejutkan! Amazon PHK 16.000 Karyawan Lagi, Total 30.000 Sejak Oktober
ILUSTRASI. Amazon memangkas 16.000 karyawan lagi, menyusul 14.000 sebelumnya. Keputusan ini terkait restrukturisasi besar. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Yahoo Finance | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Amazon kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Raksasa teknologi tersebut mengumumkan rencana memangkas 16.000 karyawan. Sehingga total tenaga kerja yang terdampak PHK sejak Oktober lalu mencapai 30.000 orang.

Melansir Yahoo Finance, langkah ini menjadi pemangkasan tenaga kerja korporat kedua Amazon dalam kurun waktu kurang dari enam bulan. Perusahaan menilai perlu menyesuaikan kembali struktur organisasinya setelah melakukan perekrutan besar-besaran selama pandemi Covid-19.

Dalam unggahan blog pada Rabu (waktu setempat), eksekutif Amazon Beth Galetti menjelaskan bahwa pemangkasan ini bertujuan untuk mengurangi lapisan manajemen, meningkatkan rasa kepemilikan (ownership), dan memangkas birokrasi di dalam perusahaan.

Laporan Reuters menyebutkan, Amazon sempat memberi sinyal awal soal PHK ini kepada karyawan melalui email internal yang tidak sengaja terkirim ke pekerja di divisi Amazon Web Services (AWS).

Sebelumnya, pada Oktober tahun lalu, Amazon juga telah memberhentikan 14.000 karyawan. Saat itu, manajemen menilai perusahaan perlu beroperasi secara lebih ramping agar dapat bergerak lebih cepat demi melayani pelanggan dan kepentingan bisnis.

Meski demikian, Galetti menegaskan Amazon tidak berencana melakukan PHK besar secara bergelombang setiap beberapa bulan ke depan.

Baca Juga: Trump Senang Dolar Melemah, Tapi Investor Justru Panik Borong Emas

Pada akhir 2024, CEO Amazon Andy Jassy sempat menyatakan keinginannya agar Amazon dapat “beroperasi seperti startup terbesar di dunia”. Pernyataan itu disertai kebijakan pemangkasan lapisan manajemen dan aturan baru yang mewajibkan karyawan korporat masuk kantor lima hari dalam seminggu.

Hingga 30 September lalu, Amazon tercatat memiliki sekitar 350.000 karyawan korporat.

PHK kali ini juga berkaitan dengan perombakan bisnis ritel bahan makanan Amazon. Perusahaan mengumumkan akan menutup sejumlah gerai Amazon Fresh dan Amazon Go, untuk memfokuskan bisnis pada layanan pengantaran serta ekspansi Whole Foods, jaringan supermarket yang diakuisisi Amazon pada 2017.

Amazon mengakui meski ada sinyal positif dari toko fisik bermerek Amazon, perusahaan belum menemukan model bisnis yang tepat untuk ekspansi besar-besaran.

“Meski kami melihat sinyal yang menjanjikan di toko bahan makanan fisik Amazon, kami belum menciptakan pengalaman pelanggan yang benar-benar berbeda dengan model ekonomi yang tepat untuk skala besar,” ujar perusahaan.

Sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan Amazon akan mengevaluasi setiap lokasi Amazon Fresh dan Amazon Go untuk melihat kemungkinan mengonversinya menjadi gerai Whole Foods.

Tonton: WEF Davos 2026, Nvidia hingga Amazon Tertarik Investasi di Indonesia

Analis Wedbush Scott Devitt menilai langkah Amazon di sektor grocery sebagai bagian penting dari strategi jangka panjang perusahaan. Menurutnya, strategi ini berpotensi membantu Amazon merebut pangsa pasar tambahan, khususnya di kategori produk segar yang selama ini menjadi tantangan bagi perusahaan.

Amazon dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal IV tahun fiskal pada 5 Februari, setelah penutupan pasar.

Selanjutnya: Cuan Hanya Halusinasi

Menarik Dibaca: Cuan YouTube 2026: 13 Cara Baru Raih Pendapatan Fantastis!




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×