Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Indeks saham Jepang, Nikkei 225, merosot tajam dalam aksi jual luas pada perdagangan Rabu (4/3/2026), seiring investor melepas aset berisiko di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.
Melansir Reuters, Nikkei turun 2,3% ke level 54.963,35 pada pukul 00.32 GMT, mencatatkan penurunan untuk hari ketiga berturut-turut. Indeks yang lebih luas, TOPIX, juga melemah 2,44% ke 3.680,39.
Baca Juga: Dolar Menguat Rabu (4/3) Pagi, Euro Tertekan Seiring Lonjakan Harga Energi
Analis pasar Tokai Tokyo Intelligence Laboratory Shuutarou Yasuda mengatakan, dalam kondisi yang sangat volatil seperti saat ini, investor cenderung menjual aset berisiko seperti saham.
“Investor akan mempertimbangkan kembali langkah mereka setelah situasi mereda,” ujarnya.
Pasar global terguncang setelah pasukan Israel dan Amerika Serikat menggempur sejumlah target di Iran pada Selasa (3/3), yang dibalas dengan serangan Iran di kawasan Teluk.
Konflik yang meluas hingga Lebanon memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran investor terhadap risiko inflasi serta gangguan pasokan energi.
Baca Juga: Trump Ancam Embargo Spanyol, Imbas Penolakan Pangkalan Militernya untuk Perang Iran
Saham-saham sektor chip memimpin pelemahan Nikkei. Advantest dan Tokyo Electron masing-masing turun hampir 3%.
Seluruh 33 indeks sektoral di Bursa Tokyo mencatatkan pelemahan, dengan indeks sektor kilang minyak menjadi yang terburuk setelah anjlok 5,7%.
Namun, tidak semua saham melemah. Sony Group naik 0,83%, sementara Nintendo menguat 1,4% dan bergerak berlawanan arah dengan pasar secara keseluruhan.













