Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Microsoft mencetak sejarah baru di Wall Street setelah membukukan kenaikan nilai pasar (market capitalization) terbesar yang pernah diraih sebuah perusahaan dalam satu hari perdagangan.
Pada Kamis (30/7), saham Microsoft melonjak lebih dari 15%, sehingga kapitalisasi pasarnya bertambah sekitar US$450 miliar, atau setara Rp8.122,5 triliun.
Mengutip catatan Reuters, lonjakan tersebut mengangkat nilai pasar Microsoft menjadi sekitar US$3,35 triliun, sekaligus melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Nvidia.
Pada April 2025, produsen chip AI itu sempat mencatat kenaikan nilai pasar harian sebesar US$441 miliar.
Baca Juga: Apple Cetak Sejarah, Sempat Jadi Perusahaan Termahal Dunia Salip Nvidia
Azure dan AI Jadi Pendorong
Microsoft memproyeksikan Azure akan tumbuh sekitar 45% secara tahunan berdasarkan kurs konstan. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan perkiraan analis yang berada di kisaran 40,92%.
Chief Market Strategist Zacks Investment Management, Brian Mulberry, menilai hasil tersebut menunjukkan bahwa investasi besar Microsoft di sektor AI mulai memberikan hasil nyata.
"Microsoft membukukan kuartal yang sangat kuat. Pasar mendapatkan sinyal yang mereka inginkan karena pertumbuhan utama berasal dari bisnis cloud dan AI," ujarnya, dikutip Reuters.
Kinerja itu juga meredakan kekhawatiran investor yang selama ini mempertanyakan besarnya belanja Microsoft untuk membangun pusat data dan infrastruktur AI.
Microsoft memperkirakan belanja modal mencapai US$50 miliar atau sekitar Rp902,5 triliun pada kuartal pertama tahun fiskal 2027.
Sementara sepanjang tahun kalender 2026, Microsoft menargetkan belanja modal mencapai US$175 miliar, setara sekitar Rp3.158,75 triliun.
Baca Juga: Apa Itu Hegemoni AI? China Tuduh AS Batasi Kemajuan Teknologi
Microsoft Masih Tertinggal Sepanjang 2026
Menurut Head of Capital Markets Direxion, Jake Behan, perhatian investor kini mulai bergeser.
Jika sebelumnya pasar lebih banyak mempertanyakan besarnya pengeluaran Microsoft untuk AI, kini investor ingin melihat seberapa besar keuntungan yang berhasil dihasilkan.
"Pertanyaan utamanya adalah apakah Microsoft mampu mengubah pembicaraan dari besarnya belanja AI menjadi besarnya pendapatan yang dihasilkan dari investasi tersebut. Hasil kuartal ini menunjukkan kemajuan yang berarti," ungkap Behan.
Data LSEG Datastream menunjukkan saham Microsoft sebenarnya masih tertinggal dibandingkan beberapa perusahaan teknologi besar lainnya sepanjang 2026.
Kinerja saham Big Tech sejak akhir 2025 hingga 29 Juli 2026
| Perusahaan | Perubahan Harga Saham |
|---|---|
| Alphabet | +73,28% |
| Apple | +58,88% |
| Amazon | -0,83% |
| Meta | -17,31% |
| Microsoft | -23,25% |
Microsoft menjadi salah satu saham Magnificent Seven dengan performa terlemah sebelum pengumuman laporan keuangan.
Sebaliknya, Alphabet dan Apple justru mencatat kenaikan signifikan sepanjang periode yang sama.
Lonjakan lebih dari 15% pada perdagangan Kamis menjadi titik balik penting bagi Microsoft sekaligus mengembalikan kepercayaan investor terhadap strategi AI perusahaan.
Setelah tongga itu tercapai, sedikitnya sembilan perusahaan sekuritas merevisi target harga mereka setelah laporan keuangan dirilis. Saat ini, rata-rata target harga saham Microsoft berada di level US$560,90 atau sekitar Rp10,1 jutaan.
Baca Juga: Korea Selatan Kaji Pembatasan ETF Leverage di Tengah Demam Saham AI














