Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Apple mencatatkan sejarah setelah sempat menjadi perusahaan paling bernilai di dunia setelah kapitalisasi pasarnya menembus US$5 triliun atau sekitar Rp90.450 triliun.
Mengutip Reuters, pada perdagangan Selasa (28/7), saham Apple sempat menyentuh US$342,89 per lembar.
Kenaikan tersebut mendorong kapitalisasi pasar perusahaan mencapai US$5,036 triliun, atau setara sekitar Rp91.101 triliun.
Meski demikian, pencapaian tersebut hanya berlangsung sesaat. Hingga perdagangan berakhir, saham Apple ditutup menguat 0,72% ke level US$339,33 per saham.
Dengan harga tersebut, kapitalisasi pasar Apple turun menjadi sekitar US$4,98 triliun, atau sekitar Rp90.088 triliun.
Pencapaian ini membuat Apple kembali merebut status sebagai perusahaan paling bernilai di dunia. Posisi tersebut sebelumnya dipegang Nvidia sejak Juni 2025.
Nvidia juga menjadi perusahaan pertama yang berhasil menembus kapitalisasi pasar US$5 triliun.
Sementara itu, saham Nvidia pada perdagangan yang sama naik 0,53% menjadi US$197,63 per saham. Nilai pasar produsen chip AI tersebut tercatat sekitar US$4,78 triliun, setara sekitar Rp86.500 triliun.
Baca Juga: Pemerintahan Trump Tutup Pintu Bagi Robot Humanoid China di Pasar AS
Hasil Strategi Khusus Apple
Apple memilih tidak ikut dalam perlombaan belanja besar-besaran untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dengan kelompok Magnificent Seven.
Apple justru memanfaatkan teknologi AI milik Google untuk menghadirkan layanan baru, termasuk versi terbaru Siri.
Strategi tersebut dinilai mampu menekan belanja modal sekaligus menjaga arus kas tetap sehat, ketika perusahaan teknologi lain mengeluarkan investasi jumbo untuk membangun pusat data AI.
Analis Forrester, Dipanjan Chatterjee, menilai pendekatan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong kepercayaan investor terhadap Apple.
"Apple memilih tidak ikut dalam perlombaan belanja AI. Perusahaan bertaruh bahwa pengalaman pengguna, bukan besarnya investasi infrastruktur, yang pada akhirnya akan menentukan siapa pemenangnya," ujar Chatterjee, dikutip Reuters.
Sepanjang tahun 2026, saham Apple telah menguat sekitar 25%, mengungguli sejumlah perusahaan teknologi besar lainnya, termasuk Nvidia, Microsoft, Meta, dan Alphabet.
Baca Juga: Apa Itu Hegemoni AI? China Tuduh AS Batasi Kemajuan Teknologi
Penjualan iPhone Masih Jadi Andalan
Analis menilai keputusan Apple mempertahankan harga iPhone saat menaikkan harga MacBook dan iPad bulan lalu berhasil mendorong konsumen membeli lebih cepat sebelum potensi kenaikan harga pada akhir tahun.
Selain itu, pada Selasa, Apple meluncurkan program device leasing di Amerika Serikat bekerja sama dengan perusahaan pembayaran Klarna.
Lewat program tersebut, konsumen dapat memiliki perangkat Apple melalui skema cicilan bulanan, yakni:
- iPhone mulai US$17,99 atau sekitar Rp325.439 per bulan.
- Apple Watch dan iPad mulai US$11,99 atau sekitar Rp216.899 per bulan.
- Mac mulai US$24,99 atau sekitar Rp452.069 per bulan.
Menurut Chatterjee, strategi ini bukan bertujuan menurunkan harga produk, melainkan mengubah cara konsumen memandang biaya pembelian perangkat Apple.
Setelah mencetak rekor baru dan kembali menjadi perusahaan paling bernilai di dunia, perhatian investor kini beralih ke laporan keuangan kuartal III Apple yang dijadwalkan diumumkan setelah penutupan perdagangan Kamis.
Baca Juga: Samsung Jajaki Investasi hingga 1 Miliar Euro di Startup AI Mistral














