Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - SAN FRANCISCO. Apple resmi melakukan perombakan besar di jajaran puncak kepemimpinan. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) itu menunjuk John Ternus sebagai CEO berikutnya, sementara Tim Cook beralih menjadi ketua eksekutif (executive chair).
Pergantian ini menandai fase baru Apple di tengah persaingan ketat industri teknologi yang kini dipacu oleh kecerdasan buatan (AI).
John Ternus, eksekutif senior yang lama menangani perangkat keras Apple, dipilih sebagai penerus Cook.
Ia bergabung dengan Apple sejak 2001 dan dikenal sebagai sosok di balik layar yang berperan besar dalam pengembangan produk-produk utama perusahaan.
Di bawah kepemimpinannya di divisi perangkat keras, Apple mencatat sejumlah pencapaian, termasuk kebangkitan penjualan komputer Mac yang kembali bersaing kuat di pasar PC global.
Baca Juga: Era Tim Cook Berakhir? Apple Intensifkan Rencana Suksesi CEO, Ini Kandidat Terkuat
Ternus juga ikut mendorong evolusi lini produk seperti iPad dan AirPods yang kini menjadi perangkat populer di pasar global.
Ia juga dikenal terlibat dalam pengembangan desain ulang besar iPhone, termasuk peluncuran model baru seperti iPhone “Air” yang menjadi salah satu perubahan desain paling signifikan sejak 2017.
Pada usia 50 tahun, Ternus disebut berada pada fase kepemimpinan yang mirip dengan Cook ketika pertama kali menjabat CEO Apple pada 2011.
Tantangan besar: AI dan persaingan baru
Pergantian kepemimpinan ini terjadi saat industri teknologi tengah mengalami pergeseran besar akibat kecerdasan buatan. Tantangan utama Ternus adalah mengintegrasikan AI ke dalam seluruh ekosistem produk Apple.
Selama ini, Apple sudah lama memperkenalkan asisten suara Siri sejak 2011, namun perusahaan dinilai belum berhasil memimpin gelombang baru AI generatif seperti pesaingnya.
Baca Juga: Apple Mengintensifkan Rencana Suksesi untuk CEO Tim Cook
Di sisi lain, kompetisi semakin ketat. Nvidia kini menjadi salah satu pemain dominan di industri AI, bahkan melampaui Apple dalam nilai pasar.
Sementara itu, Meta Platforms juga agresif mengembangkan perangkat augmented reality, yang bersaing langsung dengan produk Apple seperti Vision Pro.
Apple sendiri sempat mengambil langkah strategis dengan menjalin kerja sama dengan Alphabet, induk dari Google, untuk memanfaatkan model AI Gemini dalam pengembangan Siri.













