Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - Barry Callebaut, salah satu raksasa pengolah kakao dunia, menunjuk mantan CEO Unilever Hein Schumacher sebagai direktur utama (CEO) baru.
Pergantian pucuk pimpinan ini dilakukan di tengah tekanan kinerja akibat lonjakan harga kakao global dan penurunan volume penjualan.
Perusahaan asal Swiss itu mengumumkan Schumacher akan mulai menjabat setelah CEO saat ini, Peter Feld, resmi meninggalkan jabatannya pada 26 Januari 2026. Feld mengakhiri masa tugasnya yang belum genap tiga tahun untuk mengejar peluang karier lain.
Baca Juga: Cek Profil Emiten dan Update Petinggi GOTO, Hans Patuwo Jadi CEO Baru
Pergantian CEO ini dinilai mencerminkan upaya Barry Callebaut mempercepat transformasi bisnis. Analis Zuercher Kantonalbank menilai perubahan kepemimpinan ini menjadi sinyal bahwa kinerja perusahaan belum berkembang sesuai harapan.
Pada kuartal pertama tahun buku 2025/2026 (September–November), Barry Callebaut mencatat volume penjualan produk kakao turun 9,9% menjadi 509.401 ton.
Angka ini lebih rendah dari ekspektasi pasar yang memperkirakan penjualan sekitar 512.000 ton. Tekanan terutama datang dari harga kakao yang berada di level tinggi dan melemahkan permintaan.
Meski demikian, saham Barry Callebaut justru menguat sekitar 3,4%. Analis menilai penguatan ini lebih dipicu oleh optimisme pasar terhadap figur Schumacher. “Penunjukan Hein Schumacher terasa seperti kejutan besar,” tulis analis Vontobel.
Baca Juga: Nestlé Tunjuk Philipp Navratil Jadi CEO Baru Usai Pemecatan Mendadak Laurent Freixe
Ketua Dewan Komisaris Barry Callebaut, Patrick De Maeseneire, mengatakan perusahaan tengah menjalani transformasi terbesar dalam sejarahnya. Ia menyebut volatilitas geopolitik dan lonjakan harga kakao yang ekstrem menjadi faktor yang sebelumnya sulit diprediksi.
“Transformasi membutuhkan profil pemimpin yang tepat di waktu yang tepat,” ujarnya.
Namun, manajemen membantah kabar rencana pemisahan unit bisnis kakao global dari grup, isu yang sebelumnya sempat mencuat di pasar.
Schumacher dinilai memiliki pengalaman relevan, termasuk saat memimpin restrukturisasi dan pemisahan bisnis es krim Magnum di Unilever. Selain itu, ia juga disebut memiliki jaringan kuat dengan pelanggan utama Barry Callebaut seperti Nestlé dan produsen es krim Magnum.
Di bawah kepemimpinan Feld sejak April 2023, Barry Callebaut harus menghadapi tekanan berat dari harga kakao yang tinggi dan perlambatan permintaan global.
Baca Juga: Meg O'Neill Jadi CEO BP: Wanita Pertama Pimpin Raksasa Migas
Data penggilingan kakao terbaru menunjukkan permintaan di Asia melemah, sementara di Eropa—yang menyumbang sekitar 40% pendapatan perusahaan—turun 8,3% secara tahunan.
Setelah tiga kali memangkas proyeksi volume penjualan tahun lalu, Barry Callebaut pada November lalu memproyeksikan penjualan produk kakao akan turun pada kisaran satu digit menengah pada tahun buku 2025/2026.













