kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.903   44,00   0,25%
  • IDX 6.186   58,95   0,96%
  • KOMPAS100 822   14,21   1,76%
  • LQ45 618   7,02   1,15%
  • ISSI 215   -0,20   -0,09%
  • IDX30 350   2,53   0,73%
  • IDXHIDIV20 428   2,09   0,49%
  • IDX80 94   0,97   1,04%
  • IDXV30 118   -0,26   -0,22%
  • IDXQ30 112   0,61   0,55%

Pendiri Citron Research Andrew Left Terbukti Lakukan Manipulasi Saham


Selasa, 02 Juni 2026 / 09:32 WIB
Pendiri Citron Research Andrew Left Terbukti Lakukan Manipulasi Saham
ILUSTRASI. Pendiri Citron Research Andrew Left (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Seorang juri di Amerika Serikat (AS) menyatakan investor dan pendiri Citron Research, Andrew Left, bersalah atas kasus penipuan sekuritas (securities fraud).

Putusan ini menjadi pukulan bagi komunitas short seller aktivis yang selama bertahun-tahun dikenal vokal mengkritik perusahaan-perusahaan publik melalui tuduhan penipuan maupun salah kelola bisnis.

Baca Juga: Blackstone Himpun US$13,1 Miliar, Bukti Investor Masih Percaya Prospek Asia

Kementerian Kehakiman AS (Department of Justice) pada Juli 2024 mendakwa Left dengan tuduhan memanipulasi pasar saham dan menipu investor melalui pernyataan menyesatkan terkait posisi investasinya di sejumlah saham, termasuk saham Nvidia Corporation dan Tesla Inc..

Jaksa menuduh Left memperoleh keuntungan sedikitnya US$20 juta dari praktik tersebut.

Meski membantah seluruh tuduhan dan menyatakan tidak bersalah, juri akhirnya memutuskan Left bersalah atas satu skema penipuan sekuritas dan 12 dari 16 dakwaan lain yang berkaitan dengan transaksi saham tertentu setelah dua hari melakukan musyawarah.

Namun, juri membebaskan Left dari empat dakwaan lainnya. Kementerian Kehakiman AS menyatakan vonis akan dijatuhkan pada 31 Agustus 2026.

Baca Juga: Jepang Pertimbangkan Pangkas Pajak Makanan Jadi 1% Mulai April 2027

Andrew Left Akan Melawan Putusan

Kuasa hukum Left belum memberikan tanggapan resmi terkait putusan tersebut maupun kemungkinan upaya banding.

Sementara itu, Left menyatakan ketidaksetujuannya terhadap keputusan juri melalui akun media sosial Citron Research.

“Tidak seorang pun mengatakan bahwa saya berbohong. Tidak ada pernyataan yang salah. Kami tidak sepakat dengan keputusan juri dan perjuangan ini belum berakhir,” tulis Left dilansir Reuters.

Ia menambahkan akan terus memperjuangkan apa yang disebutnya sebagai kebebasan berbicara dan kesempatan yang adil dalam pasar keuangan.

Baca Juga: Bursa Australia Turun 0,9% Selasa (2/6), Sentimen Timur Tengah Tekan Saham Perbankan

Jaksa Sebut Manipulasi Investor Ritel

Dalam persidangan yang berlangsung selama 15 hari, jaksa menggambarkan Left sebagai sosok oportunis yang memanfaatkan pengaruhnya di media sosial dan televisi untuk memengaruhi harga saham.

Menurut jaksa, Left secara terbuka mengumumkan posisi investasinya dan memberikan rekomendasi kepada investor, tetapi diam-diam menutup posisi tersebut sesaat setelah harga saham bergerak sesuai arah yang diinginkannya.

Strategi itu disebut membuat investor ritel percaya bahwa Left tetap memegang posisi investasinya, padahal ia telah mengambil keuntungan dari pergerakan harga jangka pendek.

Jaksa juga menghadirkan sejumlah saksi, termasuk investor ritel yang mengaku mengalami kerugian akibat rekomendasi investasi yang disampaikan Left.

Baca Juga: Trump Revisi Tarif Baja, Aluminium, dan Tembaga, Berlaku Hingga Akhir 2027

Sosok Kontroversial di Dunia Short Selling

Selama lebih dari satu dekade, Andrew Left dikenal sebagai salah satu short seller paling berpengaruh di Wall Street.

Melalui Citron Research, ia kerap menerbitkan laporan yang mempertanyakan valuasi maupun praktik bisnis sejumlah perusahaan publik.

Aktivitas tersebut sering kali memicu tekanan terhadap harga saham perusahaan yang menjadi target.

Short seller merupakan investor yang mengambil posisi dengan harapan harga saham akan turun sehingga dapat memperoleh keuntungan dari penurunan tersebut.

Selain posisi short, Left juga diketahui sesekali mengambil posisi beli (long position).

Baca Juga: Jensen Huang Tegaskan Nvidia Siap Hadapi Lonjakan Permintaan Chip AI

Ancaman Hukuman Berat

Jaksa menilai keberhasilan skema tersebut bergantung pada keyakinan investor bahwa Left benar-benar menjalankan strategi investasi yang dipublikasikannya.

Pihak penuntut juga menuduh Left memberikan informasi lebih awal kepada sejumlah hedge fund mengenai rekomendasi investasinya sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Sebagai imbalannya, ia diduga menerima kompensasi tertentu dan menyembunyikan koordinasi tersebut melalui penggunaan faktur palsu.

Atas putusan tersebut, Left menghadapi ancaman hukuman maksimal 25 tahun penjara untuk dakwaan utama terkait skema penipuan sekuritas.

Ia juga dapat dijatuhi hukuman hingga 20 tahun penjara untuk masing-masing dakwaan penipuan sekuritas lainnya.

Kasus ini diperkirakan akan menjadi preseden penting bagi industri investasi, khususnya terkait batas antara opini investasi yang dilindungi kebebasan berpendapat dan tindakan yang dianggap sebagai manipulasi pasar oleh regulator AS.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×