Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Manajer aset alternatif asal Amerika Serikat (AS), Blackstone Inc., berhasil menghimpun dana sebesar US$13,1 miliar untuk fund private equity Asia terbarunya.
Jumlah tersebut melampaui target awal perusahaan dan menjadi penggalangan dana private equity terbesar Blackstone di kawasan Asia hingga saat ini.
Baca Juga: Jepang Pertimbangkan Pangkas Pajak Makanan Jadi 1% Mulai April 2027
Dalam pernyataannya pada Selasa (2/6/2026), Blackstone mengungkapkan dana tersebut dikumpulkan melalui fund bernama Blackstone Capital Partners Asia III, yang sebelumnya menargetkan penghimpunan dana sebesar US$10 miliar.
Nilai fund baru itu lebih dari dua kali lipat dibandingkan kendaraan investasi Asia sebelumnya yang dimiliki Blackstone.
Keberhasilan penggalangan dana ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap peluang investasi di Asia, meskipun pasar global masih dibayangi volatilitas akibat konflik geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia.
Pencapaian Blackstone juga hadir hanya sebulan setelah perusahaan investasi asal Swedia, EQT AB, mengumpulkan dana sebesar US$15,6 miliar untuk membentuk fund private equity terbesar di kawasan Asia.
Baca Juga: Bursa Australia Turun 0,9% Selasa (2/6), Sentimen Timur Tengah Tekan Saham Perbankan
Investor Global Melirik Asia
Dalam beberapa tahun terakhir, investor institusi dan individu dengan kekayaan tinggi semakin aktif mencari diversifikasi investasi di luar AS.
Tingginya valuasi aset di AS, risiko inflasi, serta ketidakpastian geopolitik mendorong investor global mengalihkan sebagian portofolionya ke pasar Asia.
Negara-negara seperti Japan dan India menjadi fokus utama karena menawarkan banyak peluang akuisisi perusahaan (buyout) maupun investasi pertumbuhan (growth investment).
“Asia Pasifik merupakan kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia dan menawarkan peluang investasi yang menarik dalam skala besar berdasarkan tema-tema investasi yang kami yakini memiliki prospek kuat,” ujar Joe Baratta, Kepala Strategi Private Equity Global Blackstone.
Baca Juga: Trump Revisi Tarif Baja, Aluminium, dan Tembaga, Berlaku Hingga Akhir 2027
Persaingan Private Equity Makin Ketat
Blackstone bukan satu-satunya pemain besar yang agresif memperbesar eksposur di Asia.
Perusahaan investasi global lainnya, Bain Capital, dilaporkan telah mengumpulkan sekitar US$10,5 miliar untuk fund buyout Asia keenamnya.
Sementara itu, KKR & Co. yang sebelumnya memegang rekor fund private equity Asia senilai US$15 miliar pada 2021, saat ini tengah menggalang dana baru dengan target serupa sebesar US$15 miliar.
Baca Juga: Jensen Huang Tegaskan Nvidia Siap Hadapi Lonjakan Permintaan Chip AI
Fokus ke India dan Jepang
Selama dua tahun terakhir, Blackstone telah menginvestasikan lebih dari US$7 miliar melalui 12 transaksi di Asia, terutama di India dan Jepang.
Beberapa investasi yang dilakukan mencakup platform cloud AI India, Neysa, serta perusahaan jasa teknik Jepang, TechnoPro.
Di sisi lain, Blackstone juga telah melakukan divestasi terhadap 15 perusahaan dalam periode yang sama, termasuk melalui pencatatan saham perdana (IPO) International Gemological Institute dan Aadhar Housing Finance.
Keberhasilan penggalangan dana terbaru ini mempertegas keyakinan investor global terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Asia, sekaligus menunjukkan bahwa kawasan tersebut tetap menjadi tujuan utama investasi private equity meskipun ketidakpastian global masih tinggi.













