kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.905   46,00   0,26%
  • IDX 6.208   80,49   1,31%
  • KOMPAS100 824   16,72   2,07%
  • LQ45 620   9,02   1,48%
  • ISSI 216   0,07   0,03%
  • IDX30 351   3,76   1,08%
  • IDXHIDIV20 430   3,57   0,84%
  • IDX80 94   1,22   1,31%
  • IDXV30 118   -0,04   -0,04%
  • IDXQ30 113   0,89   0,80%

Blackstone Himpun US$13,1 Miliar, Bukti Investor Masih Percaya Prospek Asia


Selasa, 02 Juni 2026 / 09:21 WIB
Diperbarui Selasa, 02 Juni 2026 / 09:23 WIB
Blackstone Himpun US$13,1 Miliar, Bukti Investor Masih Percaya Prospek Asia
ILUSTRASI. Manajer aset alternatif asal Amerika Serikat, Blackstone Inc (REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Manajer aset alternatif asal Amerika Serikat (AS), Blackstone Inc., berhasil menghimpun dana sebesar US$13,1 miliar untuk fund private equity Asia terbarunya.

Jumlah tersebut melampaui target awal perusahaan dan menjadi penggalangan dana private equity terbesar Blackstone di kawasan Asia hingga saat ini.

Baca Juga: Jepang Pertimbangkan Pangkas Pajak Makanan Jadi 1% Mulai April 2027

Dalam pernyataannya pada Selasa (2/6/2026), Blackstone mengungkapkan dana tersebut dikumpulkan melalui fund bernama Blackstone Capital Partners Asia III, yang sebelumnya menargetkan penghimpunan dana sebesar US$10 miliar.

Nilai fund baru itu lebih dari dua kali lipat dibandingkan kendaraan investasi Asia sebelumnya yang dimiliki Blackstone.

Keberhasilan penggalangan dana ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap peluang investasi di Asia, meskipun pasar global masih dibayangi volatilitas akibat konflik geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia.

Pencapaian Blackstone juga hadir hanya sebulan setelah perusahaan investasi asal Swedia, EQT AB, mengumpulkan dana sebesar US$15,6 miliar untuk membentuk fund private equity terbesar di kawasan Asia.

Baca Juga: Bursa Australia Turun 0,9% Selasa (2/6), Sentimen Timur Tengah Tekan Saham Perbankan

Investor Global Melirik Asia

Dalam beberapa tahun terakhir, investor institusi dan individu dengan kekayaan tinggi semakin aktif mencari diversifikasi investasi di luar AS.

Tingginya valuasi aset di AS, risiko inflasi, serta ketidakpastian geopolitik mendorong investor global mengalihkan sebagian portofolionya ke pasar Asia.

Negara-negara seperti Japan dan India menjadi fokus utama karena menawarkan banyak peluang akuisisi perusahaan (buyout) maupun investasi pertumbuhan (growth investment).

“Asia Pasifik merupakan kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia dan menawarkan peluang investasi yang menarik dalam skala besar berdasarkan tema-tema investasi yang kami yakini memiliki prospek kuat,” ujar Joe Baratta, Kepala Strategi Private Equity Global Blackstone.

Baca Juga: Trump Revisi Tarif Baja, Aluminium, dan Tembaga, Berlaku Hingga Akhir 2027

Persaingan Private Equity Makin Ketat

Blackstone bukan satu-satunya pemain besar yang agresif memperbesar eksposur di Asia.

Perusahaan investasi global lainnya, Bain Capital, dilaporkan telah mengumpulkan sekitar US$10,5 miliar untuk fund buyout Asia keenamnya.

Sementara itu, KKR & Co. yang sebelumnya memegang rekor fund private equity Asia senilai US$15 miliar pada 2021, saat ini tengah menggalang dana baru dengan target serupa sebesar US$15 miliar.

Baca Juga: Jensen Huang Tegaskan Nvidia Siap Hadapi Lonjakan Permintaan Chip AI

Fokus ke India dan Jepang

Selama dua tahun terakhir, Blackstone telah menginvestasikan lebih dari US$7 miliar melalui 12 transaksi di Asia, terutama di India dan Jepang.

Beberapa investasi yang dilakukan mencakup platform cloud AI India, Neysa, serta perusahaan jasa teknik Jepang, TechnoPro.

Di sisi lain, Blackstone juga telah melakukan divestasi terhadap 15 perusahaan dalam periode yang sama, termasuk melalui pencatatan saham perdana (IPO) International Gemological Institute dan Aadhar Housing Finance.

Keberhasilan penggalangan dana terbaru ini mempertegas keyakinan investor global terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Asia, sekaligus menunjukkan bahwa kawasan tersebut tetap menjadi tujuan utama investasi private equity meskipun ketidakpastian global masih tinggi.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×