Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Penjualan dan produksi kendaraan global Toyota Motor kembali mengalami penurunan pada Agustus 2026. Kinerja tersebut menjadi penurunan selama dua bulan berturut-turut, terutama akibat melemahnya pasar Tiongkok, Amerika Serikat (AS), dan Timur Tengah.
Melansir Reuters (29/9), produsen mobil terbesar di dunia itu mencatat penjualan global 790.743 kendaraan pada Agustus, turun 6,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Produksi global juga menyusut 5,9% menjadi 700.860 kendaraan.
Tiongkok menjadi salah satu pasar yang paling menekan kinerja Toyota. Penjualan di negara tersebut anjlok 22,8%, sekaligus memperpanjang tren penurunan menjadi tujuh bulan berturut-turut.
Kenaikan harga bensin di Tiongkok turut menekan permintaan kendaraan Toyota, baik mobil hibrida maupun kendaraan bermesin pembakaran internal konvensional.
Baca Juga: Toyota Siapkan US$6,4 Miliar per Tahun untuk Otomatisasi Pabrik Mulai 2028
Di AS, yang merupakan salah satu pasar utama Toyota, penjualan turun 4,4%. Sementara itu, penjualan di Timur Tengah merosot lebih dalam, yakni 37,5%. Penurunan di ketiga wilayah tersebut mengimbangi pertumbuhan penjualan Toyota di Jepang yang naik 9,1% pada Agustus.
Dari sisi produksi, Toyota mencatat penurunan 11,3% di Tiongkok dan 6,6% di AS. Produksi di Jepang juga turun 1,7%. Penurunan produksi di Jepang sebagian dipengaruhi penghentian kegiatan produksi akibat gempa bumi yang melanda Pulau Kyushu di bagian selatan negara tersebut.
Data kinerja Toyota tersebut mencakup penjualan dan produksi kendaraan dari merek Toyota serta merek mewahnya, Lexus.
Baca Juga: Bank Sentral Australia (RBA) Naikkan Suku Bunga 25 Bps ke 4,60%, Tertinggi 15 Tahun













