Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Samsung Electronics dikabarkan tengah menjajaki investasi senilai ratusan juta euro di perusahaan rintisan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) asal Prancis, Mistral AI.
Pendanaan terbaru tersebut berpotensi mengerek valuasi Mistral hingga sekitar 20 miliar euro atau sekitar US$ 22,8 miliar.
Baca Juga: Menlu Rubio: AS Siap Berunding dengan Iran, tetapi Teheran Dinilai Belum Serius
Mengutip laporan Financial Times, Rabu (22/7/2026), Samsung berpotensi menginvestasikan sekitar 1 miliar euro dalam putaran pendanaan tersebut.
Selain Samsung, investor asal Swedia EQT Scaleup Europe Fund juga disebut sedang berdiskusi untuk berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut.
Reuters belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen. Mistral menolak memberikan komentar, sementara Samsung belum merespons permintaan konfirmasi.
Kabar ini muncul setelah Microsoft pada Selasa (21/7) mengumumkan kesepakatan investasi senilai miliaran dolar AS untuk memperkuat infrastruktur komputasi Mistral di Eropa.
Kerja sama itu juga akan memperluas distribusi teknologi AI Mistral melalui layanan komputasi awan dan perangkat lunak milik Microsoft.
Baca Juga: Harga Emas Capai Level Tertinggi 2 Minggu, Pasar Fokus ke Prospek The Fed
Minat investor terhadap Mistral mencerminkan meningkatnya dorongan di Eropa untuk mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asal Amerika Serikat, sekaligus memperkuat kedaulatan teknologi kawasan.
Mistral selama ini memposisikan diri sebagai alternatif Eropa bagi perusahaan AI asal Amerika Serikat.
Perusahaan tersebut juga memasok teknologi AI untuk kebutuhan militer Prancis, sejalan dengan upaya pemerintah Eropa memperkuat kemandirian teknologi strategis.
Meski demikian, valuasi Mistral masih jauh di bawah sejumlah perusahaan AI asal Amerika Serikat, seperti Anthropic.
Isu kemandirian teknologi di Eropa semakin mengemuka setelah pemerintah Amerika Serikat pada bulan lalu menghentikan sementara akses luar negeri terhadap dua model AI canggih milik Anthropic.
Kebijakan tersebut dinilai mendorong negara-negara Eropa mempercepat pengembangan ekosistem AI domestik.
Baca Juga: Terkait Epstein, Taipan Malaysia Didesak Batalkan Penunjukan Bos MMC Port
Sebelumnya, pada April lalu Samsung menyatakan akan mempertimbangkan investasi maupun akuisisi untuk mempercepat pengembangan dan komersialisasi teknologi robotika.
Perusahaan juga membuka peluang memperluas kemitraan dengan perusahaan lokal guna memperkuat inovasi teknologi.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
