Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - PARIS. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengantongi komitmen investasi senilai 93 miliar euro atau sekitar US$ 108 miliar dalam ajang Choose France Summit 2026.
Investasi tersebut mencakup 71 proyek yang diperkirakan menciptakan lebih dari 15.600 lapangan kerja baru di berbagai sektor strategis.
Dari total komitmen itu, sekitar 45 miliar euro berasal dari SoftBank untuk pembangunan tiga pusat data (data center) berkapasitas total 3,1 gigawatt di wilayah Hauts-de-France hingga 2031.
Macron menyebut nilai investasi tersebut masih berpotensi meningkat hingga 75 miliar euro.
Baca Juga: Emmanuel Macron Murka! Satu Tentara Prancis Meninggal, 3 Teruluka di Konflik Lebanon
Pencapaian ini memperkuat ambisi Prancis menjadi pusat pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur digital di Eropa.
Pemerintahan Macron terus memanfaatkan keunggulan pasokan listrik rendah karbon dari 57 reaktor nuklir yang dimiliki negara itu untuk menarik investasi data center dan teknologi AI yang membutuhkan pasokan energi besar dan stabil.
Macron bahkan merangkum strategi tersebut dengan slogan plug, baby, plug, menegaskan kesiapan Prancis menyediakan infrastruktur energi bagi industri digital masa depan.
Chief Executive Officer (CEO) SoftBank, Masayoshi Son, mengatakan investasi terkait pusat data AI berpotensi mencapai 75 miliar euro.
Jika dihitung bersama investasi pada chip semikonduktor dan sistem pendukungnya, nilai keseluruhan proyek dapat mendekati US$750 miliar.
Namun, Son menegaskan SoftBank tidak akan menanggung seluruh pendanaan proyek tersebut.
Baca Juga: Macron Bertemu Paus Leo XIV, Dorong Penyelesaian Konflik Lewat Dialog
Perusahaan akan memanfaatkan skema pembiayaan proyek (project financing) serta menggandeng pelanggan hyperscale atau perusahaan teknologi berskala besar sebagai mitra pengembangan.
Gelombang investasi jumbo ini menjadi dorongan penting bagi Prancis untuk memperkuat posisinya dalam persaingan global pengembangan AI, sekaligus menarik lebih banyak investasi teknologi berintensitas energi tinggi ke kawasan Eropa.













