kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.960   -82,00   -0,45%
  • IDX 6.334   14,81   0,23%
  • KOMPAS100 833   1,26   0,15%
  • LQ45 634   -1,51   -0,24%
  • ISSI 219   1,11   0,51%
  • IDX30 356   -0,94   -0,26%
  • IDXHIDIV20 436   -2,93   -0,67%
  • IDX80 95   0,02   0,03%
  • IDXV30 120   -0,35   -0,29%
  • IDXQ30 114   -0,38   -0,34%

Starbucks Korea Selatan Terseret Kasus Dugaan Penghinaan Korban Demonstrasi 1980


Rabu, 05 Agustus 2026 / 08:49 WIB
Starbucks Korea Selatan Terseret Kasus Dugaan Penghinaan Korban Demonstrasi 1980
ILUSTRASI. Logo Starbucks Coffee (KONTAN/KONTAN)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Kepolisian Korea Selatan menggeledah kantor pusat Starbucks Korea sebagai bagian dari penyelidikan atas dugaan kampanye pemasaran yang dianggap menghina korban peristiwa demonstrasi pro-demokrasi tahun 1980.

Informasi tersebut dilaporkan stasiun televisi KBS pada Rabu (5/8/2026).

Baca Juga: Minyak Dunia Menguat Tipis Rabu (5/8) Pagi, Brent ke US$ 79,62 & WTI ke US$ 75,90

Mengutip Reuters, kepolisian berupaya memperoleh dokumen dan barang bukti yang belum tercakup dalam materi yang sebelumnya diserahkan oleh perusahaan induk Starbucks Korea, Shinsegae Group, demikian laporan KBS yang mengutip sumber tanpa menyebutkan identitasnya.

Kasus ini bermula dari kampanye pemasaran Starbucks Korea yang menuai kritik publik karena dinilai mengingatkan masyarakat pada tindakan keras militer terhadap demonstran pro-demokrasi pada 1980.

Pada Mei lalu, Starbucks Korea mengakui bahwa kontroversi tersebut menyebabkan penurunan penjualan yang "sangat signifikan" akibat reaksi negatif dari masyarakat.

Starbucks Korea dioperasikan oleh SCK Company, yang 67,5% sahamnya dimiliki oleh E-Mart dan 32,5% dimiliki oleh dana kekayaan negara Singapura, GIC, berdasarkan dokumen perusahaan.

Baca Juga: Inflasi Filipina Melambat Jadi 6,2% pada Juli 2026

Juru bicara Starbucks Korea dan Shinsegae menyatakan, penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap perusahaan.

Sementara itu, Seoul Metropolitan Police Agency belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×