kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.965   -77,00   -0,43%
  • IDX 6.342   22,49   0,36%
  • KOMPAS100 833   1,39   0,17%
  • LQ45 634   -1,68   -0,27%
  • ISSI 219   1,58   0,72%
  • IDX30 356   -1,46   -0,41%
  • IDXHIDIV20 435   -3,35   -0,76%
  • IDX80 95   0,04   0,04%
  • IDXV30 120   -0,45   -0,38%
  • IDXQ30 113   -0,61   -0,54%

Inflasi Filipina Melambat Jadi 6,2% pada Juli 2026


Rabu, 05 Agustus 2026 / 08:35 WIB
Inflasi Filipina Melambat Jadi 6,2% pada Juli 2026
ILUSTRASI. peso mata uang Filipina (Shutterstock/NULL)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Laju inflasi tahunan Filipina melambat pada Juli 2026, seiring melandainya kenaikan biaya transportasi.

Kondisi tersebut memberikan sinyal bahwa tekanan harga mulai mereda, meski masih berada di atas target bank sentral.

Baca Juga: Jetstar Bakal Kenakan Biaya untuk Tas Kabin di Kompartemen Atas Mulai Februari 2027

Mengutip Reuters, Rabu (5/8/2026), inflasi tahunan Filipina tercatat 6,2% pada Juli 2026, lebih rendah dibandingkan 6,4% pada Juni.

Realisasi tersebut juga berada di bawah perkiraan median ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang memproyeksikan inflasi sebesar 6,3%.

Angka tersebut masih berada dalam kisaran proyeksi Bank Sentral Filipina (Bangko Sentral ng Pilipinas/BSP) yang memperkirakan inflasi Juli berada di rentang 5,6% hingga 6,6%.

Dengan capaian tersebut, rata-rata inflasi Filipina sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 5,0%.

Sementara itu, inflasi inti (core inflation), yang tidak memasukkan komponen harga pangan dan energi yang bergejolak, juga melambat menjadi 4,2% pada Juli dari 4,4% pada Juni.

Baca Juga: Harga Emas Spot Menguat Tipis Rabu (5/8), Pasar Menanti Data Tenaga Kerja AS

Sebelumnya, BSP telah menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pada Juni sebagai upaya menjaga tekanan inflasi tetap terkendali.

Bank sentral Filipina dijadwalkan kembali menggelar rapat kebijakan moneter berikutnya pada 27 Agustus 2026, yang akan menjadi perhatian pelaku pasar untuk melihat arah suku bunga selanjutnya.




TERBARU

[X]
×