Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Laju inflasi tahunan Filipina melambat pada Juni 2026. Penurunan ini didorong oleh perlambatan kenaikan biaya transportasi, meski inflasi inti (core inflation) justru menunjukkan peningkatan.
Mengutip Reuters, Selasa (7/7/2026), badan statistik Filipina melaporkan inflasi tahunan berdasarkan indeks harga konsumen (IHK) mencapai 6,4% pada Juni, lebih rendah dibandingkan 6,8% pada Mei.
Baca Juga: Harga Emas Spot Kembali Melemah Selasa (7/7), Semua Mata Tertuju pada Risalah The Fed
Realisasi tersebut juga berada di bawah median proyeksi ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan inflasi sebesar 6,6%.
Angka itu masih berada dalam kisaran proyeksi Bank Sentral Filipina (Bangko Sentral ng Pilipinas/BSP) sebesar 6,0% hingga 7,0% untuk Juni.
Dengan capaian tersebut, rata-rata inflasi Filipina sepanjang semester pertama 2026 tercatat 4,8%.
Meski inflasi utama melambat, inflasi inti (core inflation) yang tidak memasukkan komponen harga pangan dan energi yang bergejolak—justru meningkat menjadi 4,4% pada Juni, dari 4,1% pada Mei.
Kenaikan inflasi inti mengindikasikan tekanan harga yang mendasari di perekonomian masih bertahan.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Menguat Tipis Selasa (7/7) Pagi, Brent ke US$ 72,29 per Barel
Sebelumnya, pada Juni lalu, Bank Sentral Filipina menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin sebagai upaya menahan laju inflasi.
Selanjutnya, pasar akan mencermati rapat kebijakan moneter BSP yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026 untuk melihat arah kebijakan suku bunga berikutnya.














