Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas bergerak naik pada Senin (17/8/2026), didukung oleh pelemahan dolar dan data ekonomi yang lemah baru-baru ini, yang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga AS bulan depan.
Mengutip Reuters, Senin (17/8/2026), harga emas spot naik 0,4% menjadi US$ 4.391,07 per ons pada pukul 02.48 GMT. Harga sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan pada pekan lalu.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember naik tipis 0,3% menjadi US$ 4.448,10.
Indeks dolar AS turun 0,1%, membuat logam yang dihargai dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.
Baca Juga: Yuan China Mendekati Level Tertinggi 3,5 Tahun Jelang Rilis Data Ekonomi
"Emas langsung melesat di awal pekan ini; angka inflasi yang rendah menjaga dolar AS tetap tertekan dan memberikan ruang tambahan bagi emas untuk bergerak menuju level $4.400," kata Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade.
"Pergerakan berkelanjutan di atas level $4.500 kemungkinan besar membutuhkan pelemahan dolar lebih lanjut atau penurunan harga energi yang lebih nyata."
Penurunan data nonfarm payrolls AS bulan Juli, ditambah dengan data yang menunjukkan inflasi harga konsumen yang moderat, telah mengurangi ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga bulan depan.
Para pedagang kini memperhitungkan peluang sebesar 30% untuk kenaikan suku bunga bulan September, turun dari 47% sebulan sebelumnya, menurut data FedWatch Tool milik CME.
Suku bunga yang lebih rendah mengurangi opportunity cost dalam memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga meningkatkan daya tariknya bagi para investor.
Baca Juga: Vietnam Targetkan Rasio Jenis Kelamin Bayi Kembali Normal pada 2035
Pasar kini menantikan risalah pertemuan The Fed bulan Juli yang dijadwalkan rilis pada hari Rabu, guna mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai sikap kebijakan moneter para pembuat kebijakan.
Di ranah geopolitik, utusan Presiden AS Donald Trump bertemu dengan para mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki di Kairo pada hari Minggu—menurut keterangan sumber diplomatik—dengan tujuan memajukan rencana perdamaian Gaza yang diusungnya, bahkan di tengah langkah Israel yang terus melancarkan serangan udara di wilayah kantong tersebut.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
