Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JERUSALEM. Utusan sekaligus menantu Donald Trump, Jared Kushner, bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem pada Senin (17/8/2026), sehari setelah mengadakan pertemuan langka dengan pemimpin Hamas di Kairo dalam upaya untuk memajukan rencana Presiden AS di Gaza.
Netanyahu, yang koalisi pemerintahannya tertinggal dalam jajak pendapat Israel menjelang pemilu nasional bulan Oktober, secara terbuka menolak perjanjian yang didukung AS pada bulan ini yang akan membuat Hamas menyerahkan senjatanya sebagai imbalan atas penarikan Israel dari Gaza.
Trump mengatakan, perjanjian tersebut akan dilakukan secara bertahap, dengan pasukan Israel menarik diri dari Gaza seiring dengan proses perlucutan senjata dan 'Pasukan Stabilisasi Internasional' bekerja sama dengan pasukan polisi Palestina yang baru untuk mengamankan wilayah tersebut.
Namun Netanyahu, pemimpin terlama Israel, mengatakan militer negaranya hanya akan mundur setelah Hamas dan kelompok bersenjata lainnya di Gaza telah dilucuti sepenuhnya.
Baca Juga: Apple Ubah Aturan Data Aplikasi Usai Ditekan Regulator Jerman
Para diplomat mengatakan, Israel kemungkinan besar tidak akan memberikan konsesi besar apa pun atas Gaza menjelang pemilu 27 Oktober.
Kushner bergabung dalam pertemuan di Yerusalem dengan Netanyahu bersama Nickolay Mladenov, utusan Dewan Perdamaian Trump untuk Gaza, kata kedua sumber tersebut, yang berbicara dengan syarat anonimitas karena mereka tidak berwenang untuk membahas masalah tersebut secara terbuka.
Kantor Netanyahu tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Mladenov, mantan pejabat PBB yang memiliki hubungan dekat dengan Uni Emirat Arab, membantu menengahi perjanjian perlucutan senjata bulan lalu dan secara luas dipandang sebagai pemimpin upaya untuk mengimplementasikan rencana 20 poin awal Trump untuk mengakhiri perang, yang disetujui Israel dan Hamas tahun lalu.
Namun, sejauh ini hanya ada sedikit kemajuan, dengan Israel terus melakukan serangan ke Gaza meski menyetujui gencatan senjata sebagai bagian dari rencana Trump.
Di bulan lalu, Hamas menyetujui peta jalan 15 poin baru yang didukung AS yang bertujuan untuk memajukan rencana Trump. Israel menolak peta jalan tersebut.
Sebelumnya, sebuah sumber mengatakan pemimpin Hamas Khalil Al-Hayya telah hadir di beberapa pertemuan di Kairo pada hari Minggu yang diadakan oleh mediator bersama Kushner dan Mladenov. Ini menandai pertemuan kedua Kushner dengan perwakilan Hamas, kelompok militan Palestina yang ditetapkan sebagai gerakan teroris oleh Amerika Serikat.
Kushner sebelumnya bertemu dengan para pejabat Hamas bersama utusan AS Steve Witkoff pada Oktober 2025, membantu mencapai kesepakatan yang mengarah pada gencatan senjata di Gaza dan pembebasan sandera yang tersisa yang ditangkap oleh Hamas dalam serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.
Baca Juga: Iran Larang Dua Staf Kedutaan Prancis Kembali ke Tehran, Ada Apa?
Trump mengatakan, pada akhir Juli bahwa kesepakatan telah dicapai untuk pelucutan senjata Hamas dan kelompok bersenjata lainnya di Gaza.
Hamas menyatakan, pihaknya menyetujui rencana tersebut namun implementasi kesepakatan tersebut akan bergantung pada Israel terlebih dahulu memenuhi komitmennya, termasuk penarikan diri dan menghentikan serangan.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
