kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.975   51,00   0,28%
  • IDX 6.189   -52,88   -0,85%
  • KOMPAS100 806   -6,89   -0,85%
  • LQ45 616   -5,22   -0,84%
  • ISSI 214   -1,42   -0,66%
  • IDX30 341   -3,04   -0,88%
  • IDXHIDIV20 428   -1,55   -0,36%
  • IDX80 92   -0,81   -0,87%
  • IDXV30 116   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 110   -0,52   -0,47%

BOJ Buka Peluang Percepat Kenaikan Suku Bunga, Ini Alasannya


Senin, 28 September 2026 / 08:26 WIB
BOJ Buka Peluang Percepat Kenaikan Suku Bunga, Ini Alasannya
ILUSTRASI. Bank Sentral Jepang (BOJ) (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bank of Japan (BOJ) mulai membahas kemungkinan mempercepat kenaikan suku bunga untuk menghadapi risiko inflasi yang semakin tinggi. Hal tersebut terungkap dalam risalah rapat kebijakan BOJ pada Juli 2026.

Risalah yang dirilis Senin (28/9/2026) menunjukkan sejumlah anggota dewan kebijakan BOJ menilai bank sentral perlu semakin fokus terhadap risiko kenaikan harga. Bahkan, beberapa anggota menilai kenaikan suku bunga dapat dilakukan lebih cepat dari ekspektasi pasar.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Lebih dari 1% Senin (28/9), Negosiasi Damai AS-Iran Buntu

BOJ sebelumnya menaikkan suku bunga pada Juni, kemudian mempertahankan kebijakan pada Juli. Bank sentral Jepang kembali menaikkan suku bunga pada September menjadi 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun.

Tekanan inflasi Jepang semakin meningkat akibat perang di Timur Tengah dan pelemahan yen yang membuat biaya impor bahan bakar serta bahan baku menjadi lebih mahal.

Inflasi Jadi Fokus BOJ

Risalah rapat menunjukkan BOJ secara bertahap menggeser fokus kebijakannya. Jika sebelumnya bank sentral berupaya mendorong inflasi menuju target, kini perhatian semakin diarahkan untuk memastikan inflasi yang mendasari tetap berada di sekitar target 2%.

Salah satu anggota dewan mengatakan pasar memperkirakan BOJ menaikkan suku bunga dengan jeda sekitar enam bulan.

Namun, laju kenaikan tersebut berpotensi lebih cepat jika inflasi yang mendasari semakin mendekati 2% dan risiko kenaikan harga semakin besar.

Baca Juga: Inflasi Jasa Jepang Tembus Level Tertinggi 2 Tahun, BOJ Jadi Sorotan

"Pasar tampaknya memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga dengan interval sekitar enam bulan. Namun, laju kenaikan suku bunga dapat lebih cepat dari ekspektasi tersebut," demikian pernyataan salah satu anggota dalam risalah rapat.

Anggota lainnya mengatakan, BOJ perlu memberikan perhatian khusus terhadap risiko kenaikan harga dan menyesuaikan suku bunga kebijakan secara fleksibel.

Sementara itu, anggota dewan lainnya menilai BOJ perlu mempercepat kenaikan suku bunga karena risiko menunggu terlalu lama sudah tidak lagi kecil.

Anggota tersebut memperingatkan bahwa perekonomian Jepang dapat menghadapi dampak yang besar apabila risiko inflasi benar-benar terealisasi.

Suku Bunga Jepang Masih Jadi Sorotan

Dalam rapat 30-31 Juli 2026, BOJ mempertahankan suku bunga di level 1%. Namun, bank sentral memperingatkan bahwa inflasi yang mendasari berpotensi melampaui target 2%.

BOJ juga menyatakan pembahasan kebijakan selanjutnya akan semakin mempertimbangkan risiko kenaikan harga.

Baca Juga: Mahkamah Konstitusi Thailand Putuskan Legalitas Pemilu 2026 Hari Ini

Perubahan fokus tersebut menjadi dasar penting bagi arah kebijakan moneter Jepang ke depan. Tekanan harga yang bertahan, ditambah pelemahan yen dan meningkatnya biaya impor, dapat memperkuat alasan bagi BOJ untuk melanjutkan pengetatan kebijakan.

Dengan suku bunga Jepang masih relatif rendah dibandingkan negara maju lainnya, pasar kini mencermati apakah BOJ akan menaikkan suku bunga secara bertahap atau mengambil langkah yang lebih cepat untuk menjaga inflasi tetap terkendali.




TERBARU

[X]
×