kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.961   37,00   0,21%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Harga Solar Melonjak, Truk Listrik Lebih Murah di 6 Pasar Utama Eropa


Senin, 28 September 2026 / 05:32 WIB
Harga Solar Melonjak, Truk Listrik Lebih Murah di 6 Pasar Utama Eropa
ILUSTRASI. Harga Minyak (BBM) (via REUTERS/Majid Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Lonjakan harga diesel yang berkaitan dengan konflik Iran tahun ini membuat biaya kepemilikan dan operasional truk listrik lebih murah dibandingkan truk diesel di sejumlah pasar utama Uni Eropa (UE).

Melansir Reuters Senin (28/9/20206), analisis kelompok advokasi lingkungan asal Brussel, Transport & Environment (T&E) menunjukkan, truk listrik yang dibeli pada 2026 sudah lebih ekonomis dibandingkan truk diesel di enam pasar utama Eropa.

Baca Juga: Anak Jepang 11 Tahun Ini Pecah Rekor Juara Asian Games 2026, Simak Rincian Olahraga!

Keenam negara tersebut adalah Belanda, Jerman, Denmark, Swedia, Prancis, dan Belgia. Pasar-pasar tersebut secara gabungan menyumbang sekitar 46% registrasi truk berat baru di Uni Eropa.

Dalam analisis total biaya kepemilikan selama lima tahun, operator di Belanda berpotensi menghemat hingga 100.000 euro atau sekitar Rp1,9 miliar dibandingkan menggunakan truk diesel.

Penghematan di Jerman mencapai 85.000 euro atau sekitar Rp1,6 miliar, sedangkan di Denmark sekitar 69.000 euro atau Rp1,3 miliar.

Dengan asumsi kurs 1 euro sekitar US$1,14, nilai penghematan tersebut menunjukkan perubahan signifikan dalam perhitungan biaya operasional kendaraan komersial.

Baca Juga: Irlandia Hantam Israel 3-0 di Nations League di Tengah Kontroversi

T&E menyebut kenaikan harga diesel setelah lonjakan harga minyak yang berkaitan dengan konflik Iran memperkuat alasan ekonomi bagi operator untuk beralih ke kendaraan listrik.

“Laporan tersebut menunjukkan bahwa truk listrik sudah lebih murah untuk dioperasikan dibandingkan truk diesel” di enam pasar tersebut, demikian temuan T&E.

Di negara-negara tersebut, operator juga diperkirakan dapat mengembalikan biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk membeli truk listrik dalam waktu sekitar dua tahun.

Selama ini, transisi kendaraan niaga berat menuju elektrifikasi di Eropa menghadapi sejumlah hambatan.

Harga pembelian yang relatif tinggi dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang belum merata menjadi salah satu kendala utama.

T&E dalam analisisnya menghitung total biaya kepemilikan truk listrik dan diesel di sembilan negara Uni Eropa.

Hasilnya menunjukkan perubahan biaya energi dapat mempercepat keekonomian kendaraan listrik, terutama bagi operator dengan jarak tempuh tinggi.

Baca Juga: Daftar Medali Indonesia di Asian Games 2026 per 27 September, Naik ke Posisi 14

Tantangan dari Truk Listrik China

Perubahan struktur biaya tersebut juga terjadi ketika produsen truk Eropa menghadapi meningkatnya persaingan dari kendaraan listrik buatan China.

Reuters sebelumnya melaporkan produsen seperti Daimler Truck, Volvo Group, dan Scania milik Traton bersiap menghadapi masuknya truk China berbiaya lebih rendah ke pasar Eropa.

Sejumlah truk listrik China diperkirakan dapat dijual sekitar 30% lebih murah dibandingkan model Eropa yang sebanding.

T&E memperkirakan harga sebuah truk listrik buatan China mencapai sekitar 210.000 euro. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan sekitar 265.000 euro untuk truk listrik setara buatan produsen Eropa.

Di Jerman, operator bahkan berpotensi menghemat tambahan sekitar 34.000 euro selama lima tahun apabila memilih truk listrik buatan China dibandingkan model listrik buatan Eropa.

Baca Juga: Sungai Penuh Buaya Disetujui Jadi Arena Dayung Olimpiade Brisbane 2032

Kondisi tersebut berpotensi menambah tekanan bagi produsen truk Eropa yang tidak hanya menghadapi kebutuhan investasi untuk elektrifikasi, tetapi juga persaingan harga dari produsen China.

Analisis T&E menunjukkan bahwa kenaikan harga bahan bakar fosil dapat mengubah perhitungan ekonomi kendaraan komersial.

Ketika biaya operasional diesel meningkat, selisih harga pembelian awal truk listrik menjadi lebih cepat tertutup melalui penghematan biaya penggunaan.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×