Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - BRUSSELS. Pasar otomotif Eropa kembali menunjukkan pertumbuhan pada Mei 2026, didorong kuat oleh meningkatnya permintaan kendaraan listrik di tengah penurunan tajam penjualan mobil berbahan bakar bensin dan diesel. Hal ini berdasarkan data dari European Automobile Manufacturers’ Association yang dirilis pada Selasa.
Pertumbuhan ini sekaligus menegaskan pergeseran besar industri otomotif Eropa menuju elektrifikasi, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi produsen mobil asal Tiongkok untuk memperbesar pangsa pasar mereka.
Penjualan Mobil Naik 3,6% di Eropa dan Inggris
Jumlah registrasi mobil baru—indikator utama penjualan—di wilayah Uni Eropa, Inggris, dan European Free Trade Association naik 3,6% menjadi 1.152.523 unit pada Mei 2026.
Secara akumulatif, dalam lima bulan pertama tahun ini, total registrasi kendaraan juga meningkat 4,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa pasar otomotif Eropa masih berada dalam tren pemulihan, meskipun menghadapi tekanan ekonomi global dan perubahan struktur industri.
Baca Juga: China Geser AS dari Takhta Superkomputer Tercepat Dunia, Tapi Belum Unggul di AI
Kendaraan Listrik Jadi Motor Utama Pertumbuhan
Kenaikan pasar terutama didorong oleh lonjakan permintaan kendaraan elektrifikasi. Penjualan mobil listrik baterai (BEV), plug-in hybrid (PHEV), dan hybrid masing-masing tumbuh 39,1%, 13,2%, dan 8,2%.
Secara keseluruhan, kendaraan elektrifikasi menyumbang lebih dari dua pertiga total registrasi mobil baru di Eropa pada Mei.
Dalam pernyataannya, European Automobile Manufacturers’ Association menyebut: “Pasar terus mendapatkan manfaat dari permintaan konsumen yang kuat terhadap berbagai teknologi elektrifikasi di pasar-pasar utama Eropa, yang didukung oleh manfaat pajak baru dan yang telah direvisi serta skema insentif.”
Mobil Bensin dan Diesel Tertekan Tajam
Di sisi lain, kendaraan berbahan bakar fosil mengalami penurunan signifikan. Penjualan mobil bensin dan diesel masing-masing turun sekitar 19%.
Penurunan ini menegaskan pergeseran preferensi konsumen Eropa yang semakin cepat menuju kendaraan rendah emisi, sejalan dengan kebijakan dekarbonisasi Uni Eropa.
Produsen Mobil Lama Kehilangan Pangsa Pasar
Produsen otomotif tradisional Eropa menghadapi tekanan di tengah transisi industri ini. Registrasi kendaraan dari Renault, Stellantis, dan Volkswagen tercatat turun antara 1% hingga 3%.
Penurunan ini mencerminkan meningkatnya persaingan di pasar kendaraan listrik, di mana produsen lama harus beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi dan preferensi konsumen.
Baca Juga: Keir Starmer Mundur, Inggris Hadapi Krisis Kepemimpinan
Produsen Mobil China Tumbuh Pesat di Eropa
Di tengah perlambatan produsen lama, merek otomotif asal Tiongkok justru mencatat pertumbuhan signifikan di pasar Eropa.
Penjualan Leapmotor melonjak 465,1% pada Mei, diikuti Chery yang naik 244,1%, serta BYD yang meningkat 136,6%.
Selain itu, Geely dan SAIC Motor juga mencatat kenaikan masing-masing 12,6% dan 13,9%.
Lonjakan ini menunjukkan semakin kuatnya penetrasi produsen Tiongkok di pasar kendaraan listrik Eropa, yang didorong oleh harga kompetitif dan ekspansi agresif jaringan distribusi.
Tesla Lanjutkan Pemulihan Penjualan
Sementara itu, Tesla mencatat pemulihan yang konsisten dengan kenaikan registrasi sebesar 107,9% menjadi 28.610 unit. Ini menjadi kenaikan bulan keempat berturut-turut setelah lebih dari satu tahun mengalami penurunan.
Pemulihan ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap kendaraan listrik tetap kuat, meskipun persaingan di segmen ini semakin ketat.
- mobil listrik eropa
- BYD Eropa
- pasar otomotif Eropa
- Tesla Eropa
- penjualan mobil bensin
- penjualan mobil diesel
- Chery Eropa
- penjualan mobil Mei 2026
- kendaraan listrik baterai
- plug-in hybrid eropa
- mobil hybrid eropa
- pangsa pasar mobil china eropa
- Leapmotor eropa
- European Automobile Manufacturers’ Association
- kebijakan dekarbonisasi Uni Eropa














