Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Produsen mobil asal China, BYD, mengumumkan akan meluncurkan kendaraan listrik (EV) premium di Eropa bulan depan yang dapat mengisi daya hanya dalam hitungan menit, jauh lebih cepat dibandingkan mobil listrik yang ada saat ini.
Melansir Reuters Jumat (13/3/2026), langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi BYD ke pasar global di tengah penurunan penjualan di China.
Model Denza Z9GT dari BYD menawarkan jarak tempuh hingga 800 km, jauh di atas rata-rata mobil listrik yang tersedia saat ini.
Baca Juga: Thaifex Horec Asia 2026 Digelar, 700 Perusahaan dari 35 Negara Gaet Pembeli Potensial
Mobil ini menggunakan teknologi baterai terbaru dengan kemampuan “flash charging”, yang memungkinkan pengisian dari 10% ke 70% dalam lima menit, dan dari 20% ke 97% dalam 12 menit, bahkan pada suhu ekstrem hingga minus 30 derajat Celsius.
Salah satu kendala utama dalam adopsi EV secara massal adalah waktu pengisian cepat yang biasanya memakan waktu sekitar 45 menit.
Dengan Denza Z9GT, waktu pengisian mendekati durasi yang dibutuhkan untuk mengisi bahan bakar mobil konvensional.
BYD juga berencana mulai memasang flash charger di seluruh Eropa pada musim panas ini. Saat ini belum ada charger di pasaran yang mampu menangani daya 1.500 kW yang dibutuhkan untuk mengisi Denza Z9GT dalam waktu beberapa menit.
BYD sendiri mengalami pertumbuhan pesat, dari 420.000 unit terjual pada 2020 menjadi 4,6 juta unit pada 2025, menjadikannya produsen mobil terbesar kelima di dunia berdasarkan penjualan.
Baca Juga: Trump: Timnas Iran Boleh ke Piala Dunia 2026, Tapi Keamanannya Diragukan
Namun, di pasar domestik China, BYD sempat tertinggal dari rival lokal Geely pada awal tahun 2026, terutama setelah berakhirnya insentif pajak pembelian EV dan plug-in hybrid. Hal ini juga membantu Volkswagen merebut kembali posisi mobil terlaris di China pada Januari lalu.
Dengan keunggulan teknologi flash charging dan jarak tempuh panjang, BYD berharap Denza Z9GT dapat menantang produsen mobil Eropa dan memperkuat posisi merek China di pasar global EV.













