kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Terungkap! Skema Baru UE Redakan Perang Dagang EV China-Eropa


Senin, 09 Februari 2026 / 06:34 WIB
Terungkap! Skema Baru UE Redakan Perang Dagang EV China-Eropa
ILUSTRASI. Terungkap: Uni Eropa dan China sepakat pedoman baru meredakan perang tarif EV. Dampak besar pada harga dan ketersediaan mobil listrik. (REUTERS/Yves Herman)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Uni Eropa (UE) dan China mengambil langkah besar untuk meredakan perang tarif mobil listrik (electric vehicle/EV) yang selama ini memanas. Setelah berbulan-bulan ketegangan dagang, Komisi Eropa kini mempertimbangkan untuk melonggarkan kebijakan tarif tinggi terhadap mobil listrik buatan China.

Mengutip Auto Blog, berdasarkan laporan The New York Times dan South China Morning Post pada 12 Januari, Komisi Eropa dan Kementerian Perdagangan China mengumumkan pedoman baru yang berpotensi menggantikan tarif tinggi atas impor EV dari China ke Eropa.

Dalam skema baru ini, produsen mobil, baik merek China maupun merek global yang memproduksi mobil di China, dapat secara sukarela membatasi jumlah kendaraan yang dikirim ke Eropa. Selain itu, eksportir China juga diminta menetapkan harga minimum mobil listrik, yang akan dihitung oleh Uni Eropa untuk menetralkan dampak subsidi pemerintah China.

Sebagai imbalannya, produsen yang mengikuti skema ini bisa dibebaskan dari tarif anti-subsidi yang sebelumnya diusulkan Uni Eropa, yang besarnya mencapai hingga 35%.

Juru bicara Komisi Eropa, Olof Gill, mengatakan pihaknya sejak awal terbuka untuk mencari alternatif selain tarif. Menurutnya, kebijakan baru ini mencerminkan fleksibilitas Uni Eropa dalam menyelesaikan sengketa dagang.

Dari pihak China, Kementerian Perdagangan menyebut proposal ini mencerminkan semangat dialog dan konsultasi antara China dan Uni Eropa. Beijing menilai kesepakatan ini menunjukkan komitmen kedua pihak untuk menyelesaikan perbedaan melalui mekanisme Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan menjaga stabilitas rantai pasok industri otomotif global.

Baca Juga: Manajer Hedge Fund Populer Prediksi Bitcoin Akan Anjlok ke Level US$ 0 (Nol)

Latar Belakang Perang Tarif EV

Konflik ini bermula pada Oktober 2024, ketika Uni Eropa menyimpulkan bahwa produsen mobil China menerima subsidi pemerintah yang dianggap memberi keuntungan tidak adil di pasar Eropa. Uni Eropa kemudian menetapkan tarif berdasarkan tingkat subsidi, mulai dari sekitar 7,8% hingga lebih dari 35%.

Sebagai balasan, China meluncurkan penyelidikan terhadap sejumlah produk asal Eropa, termasuk brandy, cognac, daging babi, dan produk susu.

Kebijakan tarif ini tidak hanya berdampak pada merek China seperti BYD dan SAIC (pemilik MG), tetapi juga produsen Barat seperti BMW dan Volvo yang memproduksi mobil di China untuk pasar Eropa.

Pola Lama Terulang?

Kebijakan baru ini mengingatkan pada ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Jepang pada era 1980-an, ketika Jepang setuju membatasi ekspor mobil ke AS secara sukarela. Dampaknya, banyak produsen Jepang kemudian membangun pabrik di Amerika Serikat untuk menghindari pembatasan ekspor.

Tonton: Nasib IHSG Masih Genting

Langkah serupa berpotensi terjadi di Eropa. Uni Eropa secara eksplisit meminta produsen China menyampaikan rencana investasi masa depan di wilayah UE. Ini membuka peluang bagi produsen EV China untuk membangun pabrik langsung di Eropa.

Jika itu terjadi, bukan hanya peta industri otomotif Eropa yang bisa berubah, tetapi juga berpotensi menghidupkan kembali basis industri manufaktur di kawasan tersebut.

Selanjutnya: Krakatau Steel (KRAS) Targetkan Produksi Baja Naik 38% di Tahun 2026, Ini Strateginya

Menarik Dibaca: Stop Lemot! Ini Trik Sederhana Bikin Ponsel & Laptop Ngebut Lagi


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×