Sumber: The Street | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Seorang kritikus lama Bitcoin kembali melontarkan prediksi ekstrem. Manajer hedge fund ternama sekaligus skeptis aset digital, Peter Schiff, memperkirakan bahwa Bitcoin (BTC) pada akhirnya akan jatuh hingga tidak bernilai sama sekali.
Melansir The Street, dalam percakapan terbarunya dengan Sujal Jethwani, Schiff menegaskan bahwa menurutnya, proposisi nilai jangka panjang Bitcoin cacat secara fundamental, meski adopsinya terus meluas dan aktivitas perdagangannya tetap tinggi secara global.
Pernyataan ini muncul di tengah upaya Bitcoin bangkit dari salah satu koreksi terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Pekan lalu, Bitcoin sempat jatuh di bawah US$ 63.000, atau hampir 50% lebih rendah dari puncaknya di sekitar US$ 124.000 pada Oktober tahun lalu.
Schiff Tegaskan: Bitcoin Bisa Menuju Nol
Schiff mengatakan ia tetap yakin Bitcoin pada akhirnya akan bernilai nol, meski tidak dalam waktu dekat.
Menurutnya, saat ini masih terlalu banyak orang di seluruh dunia yang terlibat di Bitcoin, sehingga permintaan belum akan benar-benar hilang dalam waktu dekat. Namun, ia menilai harga bisa jatuh begitu dalam hingga perbedaan antara “mendekati nol” dan nol menjadi tidak relevan bagi investor.
Schiff juga menyebut bahwa meskipun Bitcoin masih diperdagangkan di level US$ 100 atau US$ 1.000, itu tetap mencerminkan “nilai yang besar untuk sesuatu yang menurutnya tidak memiliki nilai intrinsik.”
Baca Juga: Pasar Kripto: 5 Faktor yang Mengguncang Harga Bitcoin Hingga ke Level US$ 60.000
“Mendekati Nol Sama Saja dengan Nol”
Bagi Schiff, isu utama bukan apakah Bitcoin benar-benar menyentuh nol, tetapi apakah nilainya jatuh cukup dalam hingga menghapus sebagian besar modal investor.
Ia memberi contoh, jika seseorang berinvestasi US$ 1 juta di Bitcoin dan nilainya anjlok menjadi US$ 100, maka secara praktis perbedaan antara US$ 100 dan nol hampir tidak berarti.
Meski mengakui Bitcoin kecil kemungkinan menyentuh nol dalam 5–10 tahun ke depan, Schiff tetap menilai prospek jangka panjangnya suram. Dalam horizon waktu sangat panjang, bahkan hingga satu abad, ia berpendapat Bitcoin bisa saja “tidak lagi diingat” dan kehilangan permintaan secara signifikan.
Tonton: Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin, Pasien Cuci Darah Terancam!
Sementara itu, pada perdagangan terbaru, Bitcoin justru mulai memantul dan tercatat naik 4,4% dalam 24 jam terakhir ke level sekitar US$ 70.916.













