kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.970   46,00   0,26%
  • IDX 6.181   -60,46   -0,97%
  • KOMPAS100 805   -7,45   -0,92%
  • LQ45 616   -5,31   -0,86%
  • ISSI 214   -1,69   -0,78%
  • IDX30 341   -3,09   -0,90%
  • IDXHIDIV20 429   -0,76   -0,18%
  • IDX80 92   -0,86   -0,93%
  • IDXV30 116   -0,18   -0,15%
  • IDXQ30 110   -0,52   -0,47%

Produksi Mobil Thailand Tumbuh 10,9%, Ekspor Justru Turun 2%


Senin, 28 September 2026 / 11:55 WIB
Produksi Mobil Thailand Tumbuh 10,9%, Ekspor Justru Turun 2%
ILUSTRASI. Pertama Kali di Asia Tenggara, Honda SUV E: Prototype dan Honda Civic Type R Tampil di Thailand Inte (Dok/Honda Motor Co., Ltd.)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Produksi mobil Thailand meningkat pada Agustus 2026, didorong oleh kenaikan penjualan domestik.

Namun, ekspor kendaraan masih tertekan di tengah ketidakpastian ekonomi dan konflik di Timur Tengah.

Melansir Reuters, Federation of Thai Industries (FTI) mencatat, produksi mobil Thailand mencapai 124.646 unit pada Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 10,93% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: China Bakal Pangkas Tarif Produk Pertanian AS: Tapi Kedelai Tidak Termasuk

Pertumbuhan produksi tersebut juga lebih tinggi dibandingkan Juli 2026 yang tercatat sebesar 6,12% secara tahunan.

Dari sisi pasar domestik, penjualan mobil Thailand pada Agustus melonjak 25,59% dibandingkan Agustus tahun lalu. Pertumbuhan tersebut melanjutkan kenaikan 20,07% pada Juli.

Namun, kinerja ekspor masih menjadi tantangan bagi industri otomotif Thailand. Ekspor mobil pada Agustus turun 2,04% secara tahunan, berbalik dari pertumbuhan 2,39% pada Juli.

Thailand merupakan salah satu pusat produksi otomotif terbesar di Asia Tenggara sekaligus basis ekspor bagi sejumlah produsen otomotif global, termasuk Toyota dan Honda.

Pada Juli lalu, FTI memperkirakan produksi mobil Thailand sepanjang 2026 akan turun 3,33%. Proyeksi tersebut lebih pesimistis dibandingkan perkiraan sebelumnya yang masih memprediksi pertumbuhan produksi sebesar 3%.

FTI menyebut penurunan ekspor akibat konflik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang membebani prospek produksi otomotif Thailand tahun ini.

Di tengah tantangan tersebut, pemerintah Thailand menyiapkan kebijakan untuk memperkuat industri otomotif domestik.

Baca Juga: F1 Kembali ke Sepang Setelah 9 Tahun, Ekonomi Malaysia Ikut Ketiban Untung

Pemerintah pada bulan lalu menyatakan berencana memangkas tarif cukai bagi produsen otomotif yang membangun fasilitas produksi di Thailand.

Insentif tersebut ditujukan untuk mendorong produsen meningkatkan penggunaan komponen dan bahan baku yang bersumber dari dalam negeri.

Dengan peningkatan penjualan domestik yang cukup kuat, pasar lokal menjadi salah satu penopang kinerja industri otomotif Thailand.

Namun, pelemahan ekspor menunjukkan industri otomotif negara tersebut masih menghadapi tekanan dari kondisi perdagangan dan geopolitik global.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×