Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyampaikan penyesalan kepada Korea Utara terkait pelanggaran wilayah udara yang dilakukan oleh drone, yang menurutnya dilakukan oleh individu asal Korea Selatan tanpa persetujuan pemerintah.
Melansir Reuters Senin (6/4/2026), Lee menekankan komitmen Seoul untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
Baca Juga: Perang Iran Berlanjut, Pemerintah Korea Selatan Kaji Penambahan Anggaran Stimulus
“Meskipun bukan niat pemerintah kami, kami menyampaikan penyesalan kepada Korea Utara atas ketegangan militer yang tidak perlu akibat tindakan tidak bertanggung jawab dan sembrono dari beberapa individu,” kata Lee dalam pertemuan kabinet.
Lee menjelaskan, penyelidikan pihak berwenang Korea Selatan menemukan bahwa seorang pegawai Badan Intelijen Nasional (NIS) dan seorang pejabat militer aktif terlibat dalam kasus tersebut.
Ia menambahkan bahwa konstitusi melarang tindakan provokasi individu terhadap Korea Utara.
Pyongyang sebelumnya menyatakan pada Januari bahwa drone yang dikirim dari Selatan telah melanggar wilayah udaranya, menuduh Seoul melakukan provokasi serius, dan mengklaim telah menembak jatuh drone tersebut.
Korea Selatan membantah keterlibatan militer dan meluncurkan penyelidikan gabungan militer-polisi.
Baca Juga: Indeks Nikkei Jepang Naik 1% Senin (6/4) Pagi, Fokus pada Potensi Kesepakatan Iran
Hasilnya, jaksa menuntut seorang pria Korea Selatan berusia 30-an atas pelanggaran hukum penerbangan dan keamanan nasional terkait penerbangan drone tanpa izin, menurut pihak berwenang.
Dalam beberapa bulan terakhir, Korea Utara menyebut Korea Selatan sebagai negara paling bermusuhan dan menolak upaya pendekatan dari pemerintahan Lee.













