kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Presiden Korea Selatan Lee Sampaikan Penyesalan ke Korea Utara atas Pelanggaran Drone


Senin, 06 April 2026 / 09:21 WIB
Presiden Korea Selatan Lee Sampaikan Penyesalan ke Korea Utara atas Pelanggaran Drone
ILUSTRASI. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung (Kim Hong-Ji/File Photo/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyampaikan penyesalan kepada Korea Utara terkait pelanggaran wilayah udara yang dilakukan oleh drone, yang menurutnya dilakukan oleh individu asal Korea Selatan tanpa persetujuan pemerintah.

Melansir Reuters Senin (6/4/2026), Lee menekankan komitmen Seoul untuk mencegah insiden serupa di masa depan.

Baca Juga: Perang Iran Berlanjut, Pemerintah Korea Selatan Kaji Penambahan Anggaran Stimulus

“Meskipun bukan niat pemerintah kami, kami menyampaikan penyesalan kepada Korea Utara atas ketegangan militer yang tidak perlu akibat tindakan tidak bertanggung jawab dan sembrono dari beberapa individu,” kata Lee dalam pertemuan kabinet.

Lee menjelaskan, penyelidikan pihak berwenang Korea Selatan menemukan bahwa seorang pegawai Badan Intelijen Nasional (NIS) dan seorang pejabat militer aktif terlibat dalam kasus tersebut.

Ia menambahkan bahwa konstitusi melarang tindakan provokasi individu terhadap Korea Utara.

Pyongyang sebelumnya menyatakan pada Januari bahwa drone yang dikirim dari Selatan telah melanggar wilayah udaranya, menuduh Seoul melakukan provokasi serius, dan mengklaim telah menembak jatuh drone tersebut.

Korea Selatan membantah keterlibatan militer dan meluncurkan penyelidikan gabungan militer-polisi.

Baca Juga: Indeks Nikkei Jepang Naik 1% Senin (6/4) Pagi, Fokus pada Potensi Kesepakatan Iran

Hasilnya, jaksa menuntut seorang pria Korea Selatan berusia 30-an atas pelanggaran hukum penerbangan dan keamanan nasional terkait penerbangan drone tanpa izin, menurut pihak berwenang.

Dalam beberapa bulan terakhir, Korea Utara menyebut Korea Selatan sebagai negara paling bermusuhan dan menolak upaya pendekatan dari pemerintahan Lee.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×