kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Etihad Airways Tambah Pesawat Lebar, Incar Keuntungan di Tengah Ketidakpastian


Minggu, 07 Juni 2026 / 16:00 WIB
Etihad Airways Tambah Pesawat Lebar, Incar Keuntungan di Tengah Ketidakpastian
ILUSTRASI. Etihad Airways Merayakan Peluncuran Penerbangan Langsung ke Bali (Dok/Etihad)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID – RIO DE JANEIRO. Di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih membayangi kawasan Timur Tengah, maskapai penerbangan Etihad Airways justru mempercepat ekspansi armadanya. Operator penerbangan milik Abu Dhabi itu memesan tambahan pesawat berbadan lebar (widebody) untuk mengakomodasi pertumbuhan permintaan perjalanan udara yang terus meningkat.

Mengutip Reuters (7/6), CEO Etihad Airways Antonoaldo Neves mengatakan, kapasitas penerbangan maskapai tersebut diperkirakan akan meningkat sekitar 8% pada 15 Juni 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berbicara di sela-sela pertemuan global para CEO maskapai penerbangan di Rio de Janeiro, Brasil, Sabtu (7/6), Neves mengungkapkan bahwa Etihad sedang membeli pesawat widebody dalam jumlah dua digit. Namun, ia tidak merinci jenis maupun jumlah pasti pesawat yang akan dibeli.

Langkah ekspansi ini menunjukkan keyakinan Etihad terhadap prospek industri penerbangan, meskipun sektor tersebut sempat menghadapi tekanan akibat meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Neves menjelaskan, Etihad kini sedang memulihkan kembali operasional penerbangannya setelah melakukan sejumlah penyesuaian jadwal pada Maret lalu. Saat itu, konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran meluas di kawasan, sehingga memicu lonjakan harga bahan bakar dan meningkatkan ketidakpastian bagi industri penerbangan global.

Baca Juga: Bangkrut, Ribuan Karyawan Spirit Airlines Kena PHK Massal

Meski demikian, Etihad memilih untuk mempertahankan kapasitas penerbangannya dan tidak menjadikan pengurangan rute sebagai strategi efisiensi biaya.

Menurut Neves, biaya terbesar bagi maskapai bukanlah mengoperasikan penerbangan, melainkan menjalankan pesawat yang tidak terisi optimal oleh penumpang.

"Biaya terbesar yang kami miliki adalah pesawat yang kosong. Jadi cara saya memangkas biaya adalah memastikan tidak ada pesawat yang terbang kosong," ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan fokus Etihad untuk menjaga tingkat keterisian kursi atau load factor tetap tinggi sembari memanfaatkan momentum pemulihan dan pertumbuhan permintaan perjalanan internasional.

Dengan tambahan armada baru dan peningkatan kapasitas penerbangan, Etihad berharap dapat memperkuat posisinya di pasar penerbangan jarak jauh yang menjadi salah satu tulang punggung bisnis maskapai tersebut.

Baca Juga: Singapore Airlines Mengkaji Pemesanan Pesawat Baru Berkapasitas Besar


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×