kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.099   75,00   0,44%
  • IDX 6.971   -18,40   -0,26%
  • KOMPAS100 958   -7,36   -0,76%
  • LQ45 702   -6,10   -0,86%
  • ISSI 250   -0,25   -0,10%
  • IDX30 382   -5,99   -1,54%
  • IDXHIDIV20 472   -9,70   -2,02%
  • IDX80 108   -0,78   -0,72%
  • IDXV30 130   -2,34   -1,76%
  • IDXQ30 124   -2,23   -1,77%

Harga Emas Naik Tipis di Tengah Ketidakpastian Perang Iran


Selasa, 07 April 2026 / 20:27 WIB
Harga Emas Naik Tipis di Tengah Ketidakpastian Perang Iran
ILUSTRASI. Harga emas dunia naik tipis di tengah ketidakpastian geopolitik. Pembeli emas perlu tahu potensi untung atau rugi. Cek analisis lengkapnya! (REUTERS/Hiba Kola)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas dunia bergerak naik tipis pada perdagangan Selasa, di tengah ketidakpastian arah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Namun, penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak membatasi potensi kenaikan logam mulia tersebut.

Berdasarkan data pasar, harga emas spot naik 0,2% menjadi US$4.655,89 per ons pada pukul 12.04 GMT, setelah sempat menguat hingga 1% di awal sesi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS justru turun tipis 0,1% ke level US$4.680,50 per ons.

Analis komoditas WisdomTree, Nitesh Shah, menyebut kenaikan harga emas didorong oleh kembalinya likuiditas pasar pasca periode libur Paskah serta aksi beli saat harga turun (buy on dip).

Baca Juga: Harga Aluminium Naik 1%, Smelter UEA Hadapi Perbaikan Panjang Pasca Serangan Iran

Namun, ia menambahkan bahwa penguatan dolar AS dan tekanan dari pasar obligasi menjadi faktor penahan kenaikan harga emas. Indeks dolar AS yang tetap berada di level tinggi membuat emas—yang dihargakan dalam dolar—menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga meningkat, yang biasanya menekan daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Ketegangan Geopolitik Jadi Penopang

Ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor utama yang menopang harga emas. Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa “masa penahanan diri telah berakhir” dan mengancam akan mengganggu pasokan minyak dan gas regional dalam jangka panjang.

Ancaman tersebut muncul setelah serangan Israel ke sejumlah target di Iran, menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Analis MarketPulse OANDA, Zain Vawda, menilai ketidakjelasan mediasi antara AS dan Iran membuat pasar bergerak dalam rentang sempit dalam dua pekan terakhir.

Harga Emas Tertekan Inflasi dan Suku Bunga

Meski dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, harga emas justru turun sekitar 12% sejak konflik dimulai. Hal ini disebabkan oleh lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi global, sehingga mendorong ekspektasi suku bunga tetap tinggi.

Baca Juga: AS Gempur Target Militer Iran di Kharg, Strategi Dipastikan Tak Berubah

Pasar saat ini memperkirakan kecil kemungkinan adanya penurunan suku bunga oleh bank sentral AS tahun ini, yang semakin mengurangi daya tarik emas.

Di sisi lain, bank investasi UBS menurunkan proyeksi harga emas pada akhir Juni menjadi US$5.200 per ons, mencerminkan perubahan kondisi makroekonomi yang tidak lagi mendukung tren disinflasi seperti sebelumnya.

Permintaan dari China Tetap Kuat

Dari sisi permintaan, bank sentral China terus menambah cadangan emas untuk bulan ke-17 berturut-turut. Hingga akhir Maret, total cadangan emas China mencapai 74,38 juta troy ons, naik dari 74,22 juta troy ons pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, logam mulia lainnya justru mengalami penurunan. Harga perak turun 0,9% menjadi US$72,12 per ons, platinum melemah 1,7% ke US$1.945,17, dan paladium juga turun 1,7% ke US$1.460,18 per ons.

Pergerakan harga emas ke depan diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik serta arah kebijakan moneter global, terutama terkait suku bunga dan inflasi.


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×