Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer Iran di Pulau Kharg pada Selasa (7/4/2026).
Meski begitu, Washington menegaskan langkah ini tidak menandai perubahan strategi dalam konflik yang tengah berlangsung.
Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters, serangan tambahan tersebut tidak menyasar infrastruktur minyak.
Baca Juga: AS Kerahkan Armada Militer, Iran Pasang Kuda-Kuda Perang
Beberapa target yang dihantam bahkan disebut merupakan lokasi yang sebelumnya sudah pernah diserang. Aksi militer itu dilakukan pada dini hari waktu setempat.
Wakil Presiden AS JD Vance, yang berbicara di Budapest, menegaskan operasi militer ini masih sejalan dengan strategi pemerintah Presiden Donald Trump.
Menurutnya, serangan difokuskan pada target militer dan bukan fasilitas energi. “Kami memang berencana menyerang beberapa target militer di Pulau Kharg, dan saya kira itu sudah dilakukan,” ujar Vance.
Ia menambahkan, AS tidak akan menyerang sektor energi dan infrastruktur Iran, kecuali Teheran gagal memberikan respons dalam jalur negosiasi atau tidak mengajukan proposal yang dapat diterima Washington.
Baca Juga: AS Tembak Jatuh Drone Iran Dekat Kapal Induk Abraham Lincoln, Harga Minyak Melonjak
Pemerintahan Trump saat ini mendorong Iran untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir serta membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.
AS juga menargetkan adanya respons dari Iran dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya meredakan konflik.
Vance menegaskan, serangan di Pulau Kharg tidak mencerminkan perubahan arah kebijakan AS. “Saya tidak melihat ini sebagai perubahan strategi,” katanya.













