kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Konflik Geopolitik Baru, Armenia Terancam Ditinggalkan Blok Eurasia


Jumat, 29 Mei 2026 / 23:47 WIB
Konflik Geopolitik Baru, Armenia Terancam Ditinggalkan Blok Eurasia
ILUSTRASI. KONFLIK ARMENIA-AZERBAIJAN - kerusakan rumah penduduk (David Ghahramanyan/PAN Photo via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Uni ekonomi Eurasia yang dipimpin Russia menyatakan akan mempertimbangkan penangguhan keanggotaan Armenia setelah negara tersebut terus melanjutkan upaya untuk bergabung dengan European Union.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis usai pertemuan di Astana pada Jumat (29/5/2026), para pemimpin Eurasian Economic Union (EAEU) menyebut orientasi Armenia ke Barat berpotensi mengancam keamanan ekonomi blok tersebut.

Selain Rusia, negara anggota EAEU lainnya yakni Kazakhstan, Belarus, dan Kyrgyzstan juga mendesak pemerintah Armenia untuk menggelar referendum guna menentukan apakah masyarakat ingin tetap berada di bawah blok ekonomi pimpinan Moskow atau melanjutkan proses menuju keanggotaan Uni Eropa.

Baca Juga: Trump Siapkan Keputusan Final soal Iran dan Selat Hormuz Hari Ini (29/5)

Keputusan mengenai status Armenia di EAEU dijadwalkan akan dibahas kembali pada pertemuan berikutnya pada Desember 2026.

Ketegangan ini muncul di tengah upaya Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan untuk mempererat hubungan dengan Uni Eropa dan United States, sembari semakin vokal mengkritik Moskow.

Pashinyan tidak menghadiri pertemuan EAEU di Astana dengan alasan sedang fokus berkampanye menjelang pemilu parlemen Armenia pada 7 Juni mendatang.

Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia disebut meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Armenia, termasuk dengan membatasi sementara impor produk pertanian serta mengancam menghentikan pasokan minyak dan gas murah ke negara Kaukasus Selatan tersebut.

Armenia sendiri sangat bergantung pada Rusia, termasuk untuk kebutuhan energi. Berdasarkan data pemerintah Armenia yang dikutip media lokal, sekitar 82% impor gas Armenia pada tahun lalu berasal dari Rusia.

Moskow berulang kali menegaskan keanggotaan Armenia di EAEU tidak sejalan dengan ambisi negara tersebut untuk bergabung dengan Uni Eropa.

Armenia bahkan telah mengesahkan undang-undang tahun lalu yang secara resmi memulai proses aksesi ke Uni Eropa.

Baca Juga: Uni Eropa Ingin Alihkan Triliunan Euro ke Investasi Produktif, Ini Strateginya

Jika ditangguhkan dari EAEU, Armenia diperkirakan akan menghadapi guncangan ekonomi signifikan. Rusia menyumbang sekitar 35% perdagangan luar negeri Armenia pada tahun lalu, sementara Uni Eropa hanya sekitar 11%.

Menurut data World Bank, produk domestik bruto (PDB) per kapita Armenia pada 2024 hanya sekitar setengah dari Rusia.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×